Jakarta, Aktual.com – Sedikitnya tiga partai politik, Hanura, NasDem, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), telah resmi mendukung pencalonan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2017 mendatang.

Namun Hanura, hingga kini belum melakukan kerja-kerja politik dalam rangka suksesi pencalonan Ahok dari jalur independen pada kontestasi lima tahunan tersebut.

“Kita sampai kini belum ada arahan untuk pengumpulan KTP (kartu tanda penduduk),” ujar elite DPD Hanura DKI kepada Aktual.com di Jakarta, Jumat (22/4).

Menurut sumber yang enggan disebutkan identitasnya ini, hal itu sangat wajar terjadi. Pasalnya, Hanura merupakan partai organik, dimana roda organisasi berjalan karena dukungan materiil dan imateriil sepenuhnya berasal dari pengurus.

“Tidak ada bantuan sedikitpun dari DPP, persis seperti ketika merintis Hanura,” beber politikus yang turut mendeklarasikan dan membesarkan partai besutan Wiranto di ibukota ini.

Apalagi, imbuh sumber, hingga kini di internal partai berazaskan nasionalis tersebut masih ada silang pendapat atas deklarasi dukungan kepada Ahok.

“Kalaupun seandainya didanai dari DPP, saya yakin, posko pengumpulan KTP juga enggak berjalan maksimal,” tandasnya.

Sedangkan dua partai pendukung Ahok lainnya, NasDem dan PSI, diketahui telah menggerakan kadernya untuk membantu pendaftaran bekas bupati Belitung Timur itu pada pilkada mendatang, yakni mengumpulkan KTP.

Dua partai ini menerapkan sistem berbeda dalam mengumpulkan bukti dukungan. NasDem menggalang KTP dengan mendirikan posko di sejumlah titik serta PSI memakai aplikasi dan jasa jemput ‘bola’ dengan kendaraan roda dua.

()