Timnas Arab Saudi merayakan gol Saleh Al-Shehri ke gawang Argentina, Selasa (22/11/2022) (c) AP Photo/Ebrahim Noroozi

Jakarta, Aktual.com – Suporter Bobotoh asal Jakarta Dr. Amsori Bahruddin Syah mendukung diadakannya reformasi total di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Mengingat, ada sebuah kebutuhan yang lebih besar dan mendesak bagi peningkatan prestasi sepak bola tanah air.

Amsori yang mengaku sebagai fans panatik Persib Bandung ini menilai, kemenangan Arab Saudi atas Argentina di Piala Dunia Qatar 2022 menjadi semangat baru buat para pemain, dan khususnya buat PSSI dalam melakukan pembinaan yang baik buat para pemain dan perombakan manajemen yang lebih profesional.

“Jelas sangat layak dijadikan semangat. Itu menjadi guru yang sangat luar biasa, nah ternyata kan kalau kita lihat semangatnya itu karena pembinaan dan pengelolaan manajemen organisasi yang profesional sehingga berimplikasi terhadap prestasi,” kata Amsori saat dihubungi, Minggu (27/11).

Amsori merasakan betul euforia kemenangan Arab Saudi, dimana itu menjadi kebanggaan yang luar biasa, menorehkan tinta emas sejarah sepak bola di negaranya. Sehingga, ia berharap Indonesia ke depan bisa juga merasakan hal yang sama.

“Pokoknya reformasi PSSI itu harga mati. I Wanna Be Like Arab Saudi. Indonesia harus bisa, dan saya yakin sangat bisa,” ungkapnya.

Dikatakan Amsori, di mata supporter sebenarnya sederhana, bagaimana sepak bola ini bisa dikelola secara profesional, bisa menghadirkan pertandingan yang bagus dan memberikan kenyamanan para pemain dan rasa aman bagi supporter setiap menonton pertandingan.

“Ini soal nasionalisme, jika para supporter ada kebanggaan dan para pemain bisa nyaman bermain karena pembinaannya bagus, itu akan menumbuhkan semangat yang tinggi untuk meningkatkan kualitas bermain,” terangnya.

Lanjut Amsori, hal itu tercermin dalam diri pemain Arab Saudi dimana mereka bermain dengan bahagia dan tertanam rasa nasionalisme yang tinggi. Hal itu tidak terlepas dari pembinaan para pengurus Federasi sepak bola Arab Saudi.

“Saya melihat bahwa pemain-pemain sepak bola Arab Saudi ini sangat happy bermainnya, sangat tenang, sangat luar biasa dan tumbuh rasa nasionalisme yang berlebihan, hingga faktor kekuatan itulah yang kemudian memenangkan mereka melawan Argentina,” ujarnya.

“Faktor itu mendasari oleh apa karena binaan, kemudian soal manajemen PSSI-nya Arab Saudi itu benar-benar melakukan pembenahan yang luar biasa,” sambungnya.

Atas dasar itu, Amsori menuturkan jika sepak bola itu untuk menyatukan yang berbeda demi kepentingan bangsa, bukan untuk memuluskan kepentingan segelintir orang di tubuh PSSI seperti yang terjadi saaat ini.

“Sepak bola itu murni bagaimana mempersatukan, bagaimana mengharumkan nama bangsa, tidak ada kepentingan. Kalau kita lihat ya, PSSI ini kan seharusnya tidak pantas tapi dipaksakan untuk pantas, sementara yang kita lihat sebagai orang-orang bola itu kan berdasarkan rekam sejak,” ucapnya.

Amsori menilai saat ini PSSI dikelola dengan cara yang salah dan dipimpin oleh orang-orang yang tidak paham soal sepak bola. PSSI, kata Amsori menjadi jantung nasionalisme anak bangsa, karena semua perbedaan akan menyatu menjadi satu disaat Timnas Indonesia sedang menghadapi lawannya di lapangan hijau, hingga perlu dikelola oleh orang yang profesional.

“Saya suporter fanatik Persib Bandung, bukan lagi harga mati soal reformasi PSSI, tapi kalau ada harga yang lebih tinggi dari kematian itulah, karena memang disitulah kesatuan-persatuan bangsa Indonesia itu hadir gitu loh, nasionalisme itu hadir maka disegerakan, diwajibkan dan harus tahu diri bahwa yang memang layak memimpin PSSI ke depan yang punya pengalaman yang luar biasa, karena ini bukan partai politik ini kan sepak bola mempersatukan keseluruhan, tidak ada yang namanya kepentingan kecuali atas nama Indonesia,” tegasnya.

Maka, Amsori berharap ini jadi momentum yang tepat untuk membenahi sepak bola tanah air dengan mendukung pimpinan PSSI yang betul menguasai sepak bola dan punya rekam jejak yang jelas dalam mengelola organisasi sepak bola.

Amsori menyebut sosok Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai sosok yang tepat menahkodai PSSI. Sebab, rekam jejaknya jelas dan punya pengalaman mengurus organisasi sepak bola kelas dunia.

“Di Indonesia ini satu-satunya orang yang punya rekam jejak sepak bola kelas dunia adalah Erick Thohir, pernah jadi presiden Inter Milan bos. Maka kalau Indonesia mau sepak bolanya maju dan kualitas dunia, serahkan kepada orang yang betul-betul berpengalaman,” jelasnya.

Akademisi dari Universitas Nasional (Unas) itu melanjutkan, Erick Thohir merupakan orang yang memiliki jaringan kuat dengan organisasi sepak bola dunia yakni FIFA. Dia bisa membangun komunikasi baik dengan Presiden FIFA Gianni Infantino hingga sepak bola Indonesia terselamatkan dari sanksi berat FIFA.

“Dia bisa berkomunikasi langsung dengan Presiden FIFA, artinya bahwa apapun ceritanya yang bisa merubah segalanya itu karena proses pendekatan atau kedekatan, otomatis kan yang namanya kedekatan FIFA lebih serius memperhatikan sepak bola Indonesia,” tutupnya. (***)

(Tino Oktaviano)