Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli (tengah) didampingi Menhub Ignasius Jonan (kiri) dan Dirut KAI Edi Sukmoro (kedua kiri) menyapa pemudik saat melepas keberangkatan mudik gratis pengguna sepeda motor menggunakan Kereta Api Brantas tujuan Pasar Senen-Kediri di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Rabu (29/6). Kemenhub memberangkatkan 15 ribu pemudik motor menggunakan kereta api dan 12 ribu lainnya menggunakan bus selama arus mudik 2016 untuk mengurangi volume kendaraan di jalan raya. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/16

Jakarta, Aktual.com-Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumberdaya Rizal Ramli kembali menerima dukungan untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Kali ini memalui “Gerakan Jakarta Memanggil Rizal Ramli” di Gedung Joang Jakarta Pusat, Kamis (8/4) sejumlah tokoh meminta Rizal untuk mencalonkan diri.

Deklarasi itu dibacakan oleh dua pemuda usai diskusi publik mengenai dukungan kepada Rizal Ramli (RR) yang menghadirkan narasumber Direktur Eksekutif Archipelago Solidarity Foundation Engelina Pattiasina, pengamat politik Ray Rangkuti dan tokoh Maluku Amir Hamzah.

Gerakan ini menggaungkan lima hal. Pertama, masyarakat dari berbagai elemen, lintas suku, agama, ras dan golongan yang senantiasa mengedepankan kebhinekaan memanggil Rizal Ramli untuk menjadi pemimpin di DKI Jakarta.

“Karena Rizal Ramli mampu membuktikan dan teruji keberpihakannya terhadap kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Untuk itu, kami akan memanggil, mendorong dan menyosialisasikan Rizal Ramli untuk memimpin Jakarta,” bunyi bagian pertama gerakan ini.

Kedua, DKI Jakarta merupakan milik semua orang tanpa memandang kekayaan, kemiskinan dan sebagainya. Jakarta membutuhkan pemimpin yang berani dan tegas tetapi mengayomi semua masyarakat. Jakarta harus tertib, bersih, indah dan tertata, tetapi semua itu harus dilakukan dengan cara bermartabat dan manusiawi.

Ketiga, mereka mengimbau kepada partai politik sebagai wadah dan saluran rekrutmen pemimpin untuk mempertimbangkan rekam jejak, komitmen, kemampuan dan keberpihakan Rizal Ramli dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017.

“Sebab, pengalaman Rizal Ramli sangat teruji baik di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan. Apalagi Jakarta sebagai ibu kota negara dan barometer Indonesia dan sebagai salah satu kota besar di dunia, maka Jakarta membutuhkan sosok yang berpengalaman secara internasional,” kata para tokoh dalam deklarasinya.

Keempat, Rizal Ramli baru saja mengakhiri masa tugas di pemerintahan karena ketegasan dan mengimplementasikan keberpihakannya terhadap kepentingan rakyat. “Blok Masela menjadi konfirmasi hal ini. Begitu juga, ketegasan menghentikan reklamasi untuk membuat pulau,” kata mereka.

Kelima, bagi mereka para tokoh itu, siapapun calon yang bertarung dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta memiliki niat baik untuk membangun Jakarta, bukan saja secara fisik, tetapi membangun manusia Jakarta. Untuk itu, pemilihan gubernur Jakarta harus menjadi ajang kompetisi dari figur yang baik untuk mencari figur terbaik.

Sementara dalam forum diskusi sebelum pembacaan deklarasi, tiga pembicara yaitu Engelina Pattiasina, Ray Rangkuti dan Amir Hamzah sepakat bahwa Rizal Ramli merupakan lawan tangguh dari Ahok. Rizal Ramli menjadi sosok alternatif untuk bertarung “head to head” dengan petahana Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dalam pilkada Februari 2017.

Kepemimpinan, keberanian, ketegasan dan juga rekam jejak yang bersih tanpa cela menjadikan Rizal Ramli sangat pantas dicalonkan untuk pilkada DKI.

Engelina yang merupakan penggagas “Gerakan Jakarta Memanggil Rizal Ramli” mengatakan sosok Rizal Ramli merupakan alternatif untuk memecah kebuntuan seolah tak ada lawan yang bisa mengalahkan Ahok.

“Jakarta adalah barometer, bukan hanya nasional, tapi juga internasional. Karena itu kita membutuhkan tokoh yang sudah teruji dan rekam jejaknya pun tak diragukan lagi,” katanya.

Mantan anggota DPR ini pun bercerita gagasan “Gerakan Jakarta Memanggil Rizal Ramli” itu lahir. Menurut Engelina, keprihatinan atas situasi politik ibu kota dan negara, berujung pada lahirnya gerakan ini. “Saya sudah tahu skenario Ahok menjadi gubernur sejak 2009,” kata Enggelina.

Ray Rangkuti pun sependaat bahwa ketokohan Rizal Ramli yang dikenal sangat berani, lugas, tegas dan bersih, menjadi daya tarik tersendiri jika bisa maju dan bertarung di pilkada DKI.

“Kita memang butuh kandidat seperti RR, ini akan menjadikan pilkada DKI makin berkualitas,” katanya.

Begitu juga tokoh Maluku, Amir Hamzah yang menegaskan, Rizal Ramli merupakan figur pemberani yang diharapkan mampu bersaing dengan tokoh lain termasuk Ahok.

“Saya senang jika parpol mencalonkan RR,” kata Amir Hamzah sambil menyarankan agar gerakan ini bekerja cepat mendekati Rizal Ramli dan juga parpol agar mengusungnya di pilkada.

()