Jakarta, Aktual.co — Ditunjuknya Dwi Soetjipto sebagai Dirut Pertamina menggantikan Karen Agustiawan diragukan kemampuannya membawa Pertamina ke arah yang lebih baik. Bahkan, Dwi termasuk orang yang berprestasi membuat utang luar negeri semakin besar.

“Dirut pertamina Dwi Soetjipto bersama kroninya adalah orang-orang yang berprestasi membuat utang luar negeri, menumpuk utang luar negeri swasta dan utang luar negeri BUMN,” ujar peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng di Jakarta, Jumat (28/11).

Menurutnya, penunjukkan Dirut Pertamina Dwi Soetjipto bakal membuat PT Pertamina (Persero) semakin terperangkap dalam utang. Mereka merupakan bagian dari imperialisme pasar keuangan, yang hendak memasukan semua perusahaan negara dalam perangkap rezim keuangan global.

“Saya melihat penempatan Dwi Soetjipto di Pertamina akan semakin membuat pertamina terperangkap dalam kubangan utang. Imperialisme pasar keuangan bakal marak. Semua perusahaan negara bakal terperangkap dalam rezim keuangan global,” tegasnya.

Dirinnya mengingatkan perusahaan Dwi Soetjipto sebelumnya, yaitu Semen Indonesia adalah perusahaan yang rajin mencetak utang. Bahkan, beberapa lalu, karyawan Semen Indonesia melakukan aksi menuntut mundurnya Dwi Soetjipto. Dalam tuntutannya juga, Serikat Pekerja Semen Indonesia menolak efisiensi abal-abal yang dilakukan Dwi.

“Ingat bahwa Semen Indonesia merupakan perusahaan yang rajin cetak utang,” ujarnya..

Padahal utang luar negeri swasta termasuk utang luar negeri BUMN Semen Indonesia dan Pertamina sudah mencekik perusahaan-perusahaan ini. Secara makro akibat bunga utang yang besar telah menyebabkan defisit transaksi berjalan dalam ekonomi Indonesia.

“Bangsa Indonesia harus semakin waspada dengan modus penjualan baru BUMN nasional oleh pemerintahan neoliberal yang bersembunyi dibalik bulusukan yang semakin membusuk,” pungkasnya.

(Eka)