Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun 11,18 poin menyusul sentimen eforia dari pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI cenderung mulai mereda. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun 1,59 poin (0,19 persen) ke posisi 853,43.

“Eforia pasar terhadap pelantikan pemerintahan baru pada perdagangan saham hari ini cenderung mulai menyusut karena fokus pasar selanjutnya pada pembentukan tim kabinet,” kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah di Jakarta, Selasa (21/10).

Di sisi lain, ia menambahkan bahwa pelaku pasar juga sedang mengantisipasi publikasi kinerja keuangan emiten periode kuartal III 2014 yang sedianya akan segera dirilis.

Selain sentimen dari dalam negeri, lanjut dia, faktor ekternal yakni kenaikan indeks Wall Street yang cenderung mulai terbatas pada Senin kemarin (20/10) juga menjadi salah satu faktor minimnya dukungannya bagi IHSG.

Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa meski indeks BEI terkena aksi ambil untung, namun secara teknikal tren penurunan hanya dalam tren jangka pendek, ke depan indeks BEI berpotensi membentuk tren baru menuju 5.126 poin.

“Jika indeks BEI mengalami koreksi, pelaku pasar dapat memanfaatkannya untuk melakukan akumulasi saham secara selektif,” katanya.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 173.046 kali dengan volume mencapai 2,95 miliar lembar saham senilai Rp3,62 triliun. Tercatat efek yang mengalami penguatan sebanyak 134 saham, turun sebanyak 174 saham, dan tidak bergerak nilainya atau stagnan 96 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 18,32 poin (0,08 persen) ke 23.088,58, indeks Nikkei turun 306,95 poin (2,03 persen) ke 14.804,28, dan Straits Times menguat 17,13 poin (0,54 persen) ke posisi 3.198,18.

()

(Eka)