Jakarta, Aktual.com – Aktivis Eggi Sudjana, menilai Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) gagal karena tak mampu menahan Gubernur DKI Jakarta, Tjahaja Basuki Purnama (Ahok).

Pasalnya, secara hukum pidana, kata dia, sudah jelas kesalahan dalam tindak pidana korupsi (tipikor). Cuma sayangnya, KPK tidak berani menangkap Ahok.

“Kita sudah sering ultimatum ke KPK. Kalau Anda (KPK) tidak berani tangkap Ahok, kita akan bubarkan KPK,” tandas Eggi, dalam diskusi Relawan Gubernur Muslim Jakarta (GMJ) bertema ‘Membangun Ketahanan Umat Mewujudkan Jakarta Berkah, Bersih, dan Beradab’, di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta, Minggu (31/7).

Untuk itu, Eggi bertekad untuk meminta Bareskrim Polri agar mau menangkap Ahok, tak hanya mengandalkan KPK.

“Kami siap kerahkan 10 ribu massa untuk bubarkan KPK,” cetus Ahok.

Padahal di mata Eggi, pendekatan yang benar dalam melawan Ahok itu adalah dengan melihat tiga hal yang bisa digunakan untuk menjerat.

Pertama, perbuatan melanggar hukum. Lalu, merugikan keuangan negara, dan terakhir memperkaya diri sendiri dan orang lain. “Baik di kasus RS Sumber Waras dan reklamasi, kalau disidik dengan betul sudah jelas perbuatan melawan hukumnya,” kata dia.

Dari sisi keuangan negara, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah jelas menyebutkan kerugiannya. Tapi sayangnya, sambung dia, KPK menutup mata karena kekuatan politik yang bermain menginginkan Ahok tidak ditangkap.

“Serta pelanggaran untuk memperkaya diri juga ada di kasus Sumber Waras dengan memperkayakan sosok Kartini. Gamblang dan terang benderang sebetulnya untuk menjerat Ahok,” tutur dia.

Sebetulnya, tugas pemberantasan korupsi adalah tugas Presiden RI. Apalagi presiden punya kekuatan dari pihak Polri dan Kejaksaan. “Karena toh adanya KPK juga mandul. Tidak berani tangkap Ahok,” katanya.

Pada Pilgub DKI 2017, Dirinya menyatakan mendukung salah satu calon yaitu Yusril Ihza Mahendra.

 

Laporan: Bustomi

()