Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada tengah pekan ini berpotensi melemah usai menguat dalam tiga hari terakhir.

“Pagi ini, mata uang kuat Asia dolar Hong Kong dan dolar Singapura kompak dibuka melemah terhadap dolar AS yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini setelah dalam beberapa hari terakhir terus menguat,” kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Rabu (30/10).

Dari domestik, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 sebesar 5,05 persen, namun dengan deviasi bisa mencapai 5,1 persen. Sementara proyeksi awal BI tercatat 5-5,4 persen untuk 2019.

Proyeksi tersebut dengan pertimbangan ketidakpastian dan penurunan ekonomi global akibat perang dagang dan volatilitas yang masih tinggi pada aliran modal asing dan nilai tukar mata uang rupiah.

Pertimbangan berikutnya yaitu perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan menjadi 3 persen dari proyeksi sebelumnya 3,2 persen.

Proyeksi turun untuk ekonomi Indonesia juga dilakukan oleh beberapa lembaga internasional. Namun, perkiraan pertumbuhan masih di kisaran 5 persen, kecuali Moody’s yang perkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,9 persen untuk 2019.

Lana memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.040 per dolar AS hingga Rp14.070 per dolar AS.

(Abdul Hamid)