Bali, aktual.com – Ekonom Senior Chatib Basri menyebut pemimpin negara-negara anggota G20 perlu memilih persoalan yang universal atau dihadapi seluruh negara untuk dibahas dalam pertemuan pada November 2022 mendatang.

“Karena kami mengerti ada beberapa isu yang terkait ketegangan geopolitik, kepentingan pribadi suatu negara yang sempit, dan lain-lain,” katanya dalam sesi plenari T20 Indonesia Summit di Nusa Dua, Bali, Senin (5/9).

Terdapat dua persoalan utama yang dihadapi seluruh negara di dunia yang dapat dibahas dalam pertemuan pemimpin negara-negara anggota G20, yakni krisis kesehatan yang mengemuka karena penyebaran COVID-19 dan perubahan iklim.

“Dalam isu iklim, kita dapat mendiskusikan tentang apa yang akan menjadi sumber pembiayaan dalam pembiayaan iklim, misalnya dapat didiskusikan terkait manajemen sumber daya dalam negeri, bantuan dan peran sektor swasta, ataupun peran dari lembaga filantropis,” katanya.

Ia berpendapat, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim melalui transisi energi adalah penggunaan stimulus hijau.

“Misalnya dengan mengurangi subsidi bahan bakar. Ini ada baiknya untuk mengurangi permintaan bahan bakar fosil dan uang subsidinya dapat digunakan untuk melindungi kelompok rentan,” terangnya.

Presidensi G20 Indonesia juga perlu digunakan sebagai forum untuk mendiskusikan bagaimana negara-negara di dunia bisa menerapkan exit strategy dari kebijakan penanganan COVID-19 tanpa mengganggu satu sama lain.

Pasalnya saat ini negara-negara di dunia masih ingin memberikan bantuan kepada masyarakat rentan mereka di tengah peningkatan harga komoditas dunia, tetapi inflasi yang terlalu tinggi membuat setiap negara mesti menarik stimulus tersebut.

“Jadi kita bisa mengkalibrasi ulang dan duduk bersama dan menggunakan G20 sebagai jalan untuk membahas berbagai isu utama di dunia ini,” ucapnya.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)