Jakarta, Aktual.co — Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus meminta pemerintah agar tidak mengkambinghitamkan‎ kondisi perekonomian global sebagai satu-satunya penyebab atau alasan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2015.

Menurutnya, pemerintah kerap menyalahkan kondisi ekonomi global atas apa yang terjadi terhadap perekonomian dalam negeri. Di mana perlambatan‎ ekonomi tidak hanya terjadi pada Indonesia, namun juga beberapa negara lainnya.

“Pemerintah jangan mengkambinghitamkan perekonomian global atas apa yang terjadi di Indonesia,” kata Heri di kantornya, Jakarta, Jumat (8/5).

Ia menambahkan, meski kondisi perekonomian global memang tengah lesu, namun Malaysia dan India berhasil keluar dari kondisi tersebut dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang relatif baik.

“Bahkan pada puncak krisis global 2009, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tumbuh 4,5%,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya sebesar 4,7% di kuartal I 2015 ini lebih merupakan refleksi dan ekspektasi dari harapan yang terlalu tinggi terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) pasca pemilihan presiden.

“Namun nyatanya sekarang belum ada upaya riil dari pemerintah untuk membangkitkan perekonomian Indonesia,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka