Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad mengatakan agar masyarakat tidak berspekulasi soal penembakan terhadap mobil milik Ketua Majelis Pertimbangan Partai Partai Amanat Nasional.
 “Soal penembakan kaca mobil Pak Amien Rais, sebaiknya menunggu hasil penyelidikan polisi,” kata Farouk Muhammad di komplek Gedung parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/11).
Farouk Muhammad mengatakan hal itu ketika diminta tanggapannya mengenai penembakan oleh orang tidak dikenal terhadap mobil milik Amin Rais di halaman rumahnya di Yogyakarta, Kamis (6/11) sekitar pukul 02.30 WIB.
Mantan Direktur Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini menjelaskan, sampai saat ini kepolisian belum menjelaskan apa jenis peluru yang digunakan penembak.
“Kalaupun jenis pelurunya sudah diketahui, tidak bisa juga langsung pihak tertentu tapi harus melakukan pembuktian-pembuktian,” katanya.
Farouk juga enggan mengatakan, apakah penampakan tersebut ada kaitanya atau tidak dengan dinamika politik yang berkembang.
“Kita tunggu sajalah hasil penyelidikan kepolisian,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Amien Rais meminta pihak kepolisian mengusut dan menuntaskan kasus teror berupa penembakan yang terjadi di rumahnya pada Kamis (06/11) sekitar pukul 02.00 wib dini hari tadi. 
“Memang kerusakan (mobil) tidak serius. Bisa dikenteng setengah jam sudah jadi. Tapi menjadi serius karena ini merupakan sebuah teror,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, Rabu (5/11), Putra Amin Rais, Hafani Rais, anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, memberikan pernyataan soal penandatanganan nota kesepamahan (MoU) yang dilakukan Direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan China International Fund (CIF) di kantor Kementerian BUMN, di Jakarta, Senin (3/11).
Hanafi menengarai pertemuan yang dihadiri beberapa menteri terkait itu dilakukan secara diam-diam yang seharusnya dilakukan secara transparan. Putra Amin Rais itu menduga ada “China connection” di pemerintahan.

()

()