Banda Aceh, Aktual.co — Elit nasional baik itu legislatif, yudikatif dan eksekutif dan tokoh masyarakat lainnya harus satu kata sepakat untuk menolong warga Rohingnya yang terdampar di sejumlah daerah di Aceh. Selain itu, seluruh elit nasional harus menyuarakan agar Asean dan PBB memberi sanksi pada Myanmar dan Bangladesh yang memperlakukan warga Rohingnya secara tidak manusiawi.
“Pernyataan Wapres yang akan menyelamatkan warga Rohingnya di laut itu bagus. Itu menunjukkan kita bangsa bermoral, bahwa orang yang meninggal dunia dalam kasus Air Asia saja kita cari di dasar laut, apalagi orang yang masih hidup,” ujar dosen Universitas Malikussaleh, Aceh, Syamsul Bahri kepada Aktual.co, Jumat (22/5).
Disebutkan, Indonesia harus menunjukkan sikap tegas terhadap penanganan pengungsi Rohingnya. Akar masalah pengungsian itu yakni Myanmar dan Bangladesh yang tidak mengakui warga negaranya. Memperlakukan mereka secara tidak manusiawi.
“Membiarkan pembantaian di Myanmar adalah dosa seluruh umat dunia. Seluruh komunitas dunia harus menekan Myanmar, menghentikan aksi kekejaman para Budhis di sana,” ujar Syamsul.
Sementara itu, kondisi pengungsi Rohingnya di Aceh saat ini kian membaik. Puluhan lembaga menggalang bantuan kemanusiaan untuk warga Rohingnya. Tidak hanya sandang, papan dan pangan, sebuah lembaga psikologis Tandaseru di Lhokseumawe juga memberikan terapis pada warga Rohingnya di Aceh Utara.
“Kita memberikan terapis agar anak-anak yang puluhan hari di laut itu hilang rasa takut dan traumanya,” pungkas Direktur Tandaseru Lhokseumawe, Lailan F Saidina.
Seperti diberitakan sebelumnya, empat gelombang pegungsi Rohingnya tiba di Aceh, saat ini mereka ditampung di Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Artikel ini ditulis oleh:

















