Jakarta, Aktual.co — Analis Energi Securities Dirgo S Purbo mendukung penuh agar penegak hukum membongkar dugaan praktik korupsi di tubuh PT Pertamina (Persero) terkait ditunjuknya Total sebagai pemenang tender yang jelas melakukan pricing untuk bulan Maret dimana seharusnya pricing ditetapkan untuk bulan April 2015.

“Kalau ranah itu ya langsung saja dibongkar secara transparan. Bongkar berikut bukti-buktinya,” kata Dirgo kepada Aktual di Jakarta, Selasa (5/5).

Menurutnya, untuk menghindari permasalahan seperti ini seharusnya Pertamina memberdayakan bagaimana menghasilkan LPG dari ladang minyak yang gas-nya di flare. Pasalnya, jika ini dikembangkan, maka ketergantungan terhadap impor akan berkurang dan otomatis lebih meminimalisir potensi korupsi disetiap pengadaan.

“Ya secara general kita sudah ketergantungan untuk impor dan sepertinya mempertahankan status impor LPG tersebut. Jadi setiap ada kebutuhan untuk tender import akan terjadi masalah karena point of original dari sumber LPG itu berbeda beda, juga harga yang berfluktuatif. Proses seperti ini akan terus terjadi,” ungkap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 23 Februari 2015, unit usaha PT Pertamina (Persero) yakni Integrated Supply Chain (ISC) mengundang tender LPG yang terdiri atas Butane dan Propane untuk loading bulan April 2015 dengan spot total 44.000 mt. ISC-Pertamina menunjuk Total sebagai pemenang tender yang jelas melakukan pricing untuk bulan Maret yang seharusnya bulan April 2015.

Data tersebut menunjukan ISC-Pertamina dengan Vice President (VP) Daniel Purba telah memenuhi delik korupsi berdasarkan Undang-undang karena perbuatan melawan hukum, memilih pemenang tender LPG tidak berdasarkan TOR yang diumumkan sebelumnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka