Beranda Internasional Erdogan: Jika Swedia Tidak Ekstradisi Teroris, Turki Tidak Ratifikasi Keanggotaan NATO

Erdogan: Jika Swedia Tidak Ekstradisi Teroris, Turki Tidak Ratifikasi Keanggotaan NATO

Pertemuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di Sidang PBB pada 2019 lalu (Reuters)

Ankara, aktual.com – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengkritik Swedia dan negara-negara Eropa lainnya karena mentolerir kegiatan kelompok teroris yang berkelanjutan di wilayah mereka. Presiden Erdogan bahkan mengatakan ekstradisi teroris adalah suatu keharusan bagi negara Nordik untuk mendapatkan hak bergabung dengan NATO.

“Kami telah memberi tahu mereka (Swedia). (Dengar) Jika Anda tidak mengekstradisi teroris di tangan Anda, maka kami tidak dapat meratifikasi (keanggotaan NATO) ini di parlemen kami’,” ujarnya pada Minggu (15/1) kemarin.

Erdogan kembali mengingatkan janji-janji yang diberikan Swedia dan Finlandia pada Juni lalu untuk mengambil sikap tegas terhadap kelompok teroris demi mendapatkan keanggotaan NATO.

“Pertama-tama, mereka perlu mengekstradisi hampir 130 teroris agar tawaran mereka lolos di parlemen kami. (Tetapi) sayangnya mereka belum melakukan ini,” jelasnya seperti dilansir dari Anadolu Agency.

Erdogan pun menyinggung konferensi pers bersama yang diadakan November lalu dengan Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson. Dirinya menegaskan kepada Swedia untuk mengekstradisi tersangka teroris buronan FETO Bulent Kenes ke Turkiye, sambil menekankan pentingnya masalah ini.

“Menariknya, pengadilan mereka menolak deportasi Bulent Kenes kepada kami,” tutur dia.

Sebagai informasi, Kenes merupakan mantan pemimpin redaksi harian Today’s Zaman dan tersangka anggota Organisasi Teroris Fetullah (FETO) lainnya yang tinggal di Swedia. Setidaknya 251 orang tewas dan 2.734 lainnya terluka dalam kudeta tahun 2016 yang dilakukan oleh kelompok teroris FETO yang dipimpin Fetullah Gulen.

Presiden Turkiye juga menyatakan Ketua Parlemen Mustafa Sentop membatalkan kunjungan sejawatnya dari Swedia Andreas Norlen ke Turkiye. Tindakan tersebut sebagai tanggapan atas provokasi baru-baru ini terhadap pendukung kelompok teror PKK yang dilakukan secara terbuka di ibu kota Stockholm.

“Jika mereka tidak mengambil sikap terhadap masalah ini di Swedia, itu bisa membuat ketegangan dalam hubungan kita dengan Swedia semakin meningkat,” ungkapnya.

(Megel Jekson)