Ankara, aktual.com – Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan Turki berkomitmen untuk menghancurkan kelompok teroris PKK sampai aktor teroris terakhirnya dapat ditangkap. Erdogan pun menyebut kelompok PKK mengalami kerugian besar karena berani menghadapi Turki.

“Organisasi teroris, yang telah menderita kerugian besar dalam operasi yang dilakukan Turkiye di sepanjang perbatasan selatannya, menunjukkan wajah kotornya dengan menumpahkan darah orang tak berdosa dengan serangan mortirnya ke permukiman sipil di perbatasan kami,” kata Erdogan seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (1/12) pagi.

“Kami ulangi sekali lagi, komitmen kami untuk menghancurkan kelompok teroris yang membunuh seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dan seorang guru berusia 22 tahun dalam serangan di distrik Karkamis (perbatasan) Gaziantep, sampai militan terakhirnya dinetralkan,” sambung Erdogan.

Erdogan pun mengatakan tekad Turki untuk membangun jalur keamanan sedalam 30 kilometer di sebelah perbatasannya akan berlanjut. Dahulu program ini sempat ingin dikerjasamakan dengan AS dan Rusia di perbatasan selatannya. Pejabat Turki mengeluh bahwa Washington dan Moskow gagal menerapkan kesepakatan mereka.

“Kami tidak perlu mendapatkan izin dari siapa pun saat mengambil langkah-langkah terkait keamanan tanah air dan rakyat kami. Dan kami tidak akan dimintai pertanggungjawaban kepada siapa pun,” tuturnya.

Dia menekankan bahwa tidak ada yang dapat memaksa Turkiye ke posisi apa pun yang bertentangan dengan kepentingannya sendiri dalam istilah politik, diplomatik, ekonomi, dan militer melalui ancaman kosong. Presiden Erdogan juga mengatakan tidak seorang pun boleh diganggu oleh operasi militer Turki yang bertujuan memperluas lingkaran keamanan dan perdamaian.

“Kami tidak harus mentolerir kemunafikan mereka yang mendukung kelompok teroris terdaftar dengan permainan mengubah nama,” kata dia.

Turki sudah sejak lama menyatakan bahwa terorisme tidak memiliki agama, bahasa, ras, kebangsaan, dan tidak mungkin memerangi kelompok teroris dengan mendukung kelompok teroris lainnya. Baru-baru ini, Turkiye meluncurkan Operasi Claw-Sword di wilayah utara Irak dan Suriah, kampanye udara lintas batas melawan kelompok teror PKK, yang memiliki tempat persembunyian ilegal melintasi perbatasan Irak dan Suriah.

Setelah operasi udara diluncurkan pada 20 November kemarin, Erdogan juga mengisyaratkan operasi darat ke Irak utara dan Suriah utara untuk menghilangkan ancaman teror.

Untuk diketahui, PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turkiye, Uni Eropa dan AS, dan bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang. Termasuk wanita, anak-anak dan bayi. YPG adalah cabang teroris PKK di Suriah.

(Megel Jekson)