Beranda Internasional Erdogan Tegaskan Turki Ikut Berjuang Hadapi Perubahan Iklim

Erdogan Tegaskan Turki Ikut Berjuang Hadapi Perubahan Iklim

TOPSHOT - This aerial photograph taken on August 31, 2022 shows flood-affected people taking refuge in a makeshift camp after heavy monsoon rains in Jaffarabad district of Balochistan province. - Army helicopters flew sorties over cut-off areas in Pakistan's mountainous north on August 31 and rescue parties fanned out across waterlogged plains in the south as misery mounted for millions trapped by the worst floods in the country's history. (Photo by Fida HUSSAIN / AFP) (Photo by FIDA HUSSAIN/AFP via Getty Images)

Ankara, aktual.com – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menegaskan negara tersebut sudah melakukan bagiannya dalam perjuangan global melawan perubahan iklim.

“Jelas bahwa efek destruktif dari krisis iklim menuntut lebih banyak upaya kolektif. Perubahan iklim dan masalah yang ditimbulkannya adalah masalah umum umat manusia,” kata Erdogan dalam video Konferensi Iklim Internasional khusus yang diselenggarakan oleh PBB dan Pakistan di Jenewa, Senin (9/1) kemarin.

Erdogan pun menyinggung banjir dahsyat yang melanda sepertiga wilayah Pakistan tahun lalu yang menyebabkan sekitar 1.700 orang tewas. Dirinya menyebut bencana tersebut sebagai dampak buruk dari perubahan iklim.

“Perang melawan bencana ini dan yang lainnya harus dilakukan dalam solidaritas dalam kerangka strategi,” jelasnya.

Ankara memastikan sikapnya untuk membantu dalam rekonstruksi, dengan memenuhi kebutuhan mendesak para korban bencana di Pakistan. Erdogan mengungkapkan bahwa Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) dan organisasi non-pemerintah Turkiye juga menunjukkan semua kepekaan yang diperlukan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan.

“Kami telah mengirimkan 7.500 ton bahan bantuan kemanusiaan dalam 15 penerbangan dan 13 kereta api,” ujar dia.

Erdogan juga mencatat Turkiye telah mengirim dua kapal yang membawa lebih dari 1.630 ton bantuan kemanusiaan. Dirinya pun mengungkapkan harapan: “Begitu kapal-kapal itu mencapai pelabuhan, penderitaan saudara dan saudari kita di Pakistan akan dikurangi sampai tingkat tertentu,”.

(Megel Jekson)