Jakarta, Aktual.com – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan kereta api harus menjadi tulang punggung transportasi publik nasional.

“Kereta api harus menjadi backbone (tulang punggung) bagi transportasi publik kita. Kereta api harus kita dorong,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/1).

Kalau melihat Jepang, China, dan Amerika Serikat, lanjutnya, tulang punggung transportasi publik negara-negara tersebut adalah kereta api. Karena itu, kata dia, Indonesia harus membangun lagi sektor kereta api, beberapa diantaranya melalui proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung dan LRT Jabodebek.

“Kita akan melakukan studi banding dengan Jepang. Kalau untuk kereta api yang terbaik di Jepang,” kata Erick Thohir.

Namun dia mengatakan pembangunan jalan tol juga tetap dilanjutkan, mengingat pembangunan transportasi publik harus mencakup semua sektor terkait.

Sebelumnya Erick Thohir mengatakan  dalam rangka mengurangi kemacetan, pemerintah berupaya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan meningkatkan layanan angkutan massal.

Dia menjelaskan pembangunan suatu kawasan permukiman di perkotaan seharusnya dekat dengan fasilitas pelayanan publik, seperti angkutan massal KRL agar semakin mudah diakses.

Saat ini BUMN sudah membangun empat titik TOD. BUMN terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak swasta untuk meningkatkan fasilitas angkutan massal secara menyeluruh.

Erick Thohir juga sebelumnya telah meresmikan pengoperasian kembali Kereta Api (KA) Wisata Mak Itam di jalur kereta api Sawahlunto – Muaro Kalaban, Sumatera Barat.

Dia mengatakan peresmian KA Wisata Mak Itam tidak mungkin terjadi kalau seluruh stakeholder tidak berkolaborasi dan tidak melakukannya dengan hati. Ia menilai kolaborasi atau gotong royong merupakan budaya yang menjadi fondasi Bangsa Indonesia.

Pengoperasian KA Wisata ini sebagai upaya meningkatkan pariwisata di Sumatera Barat, khususnya di wilayah Sawahlunto. Masyarakat kini dapat berwisata dengan kereta api di kawasan yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia Baru UNESCO yaitu Situs Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.

(Warto'i)