Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, berbicara dalam Focus Group Discusion (FGD) menyoal kondisi Sosial Politik, yang digelar oleh Fraksi PKS DPR di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/9). Dalam FGD yang mengangkat tema "Pancasila dan Integrasi Bangsa", tersebut, Panglima memaparkan bagaimana Pancasila menjadi dasar negara yang telah dipikirkan oleh para pendiri Bangsa sehingga tetap bertahan menjadi pemersatu bangsa Indonesia yang memiliki keragamana Suku, Bangsa, Adat, Bahasa yang terbentang dalam ribuan pulang dari Saban sampai Merauke dan nilai tersebut harus dilindungi dari paham apapun agar kita tidak mudah terpecah. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengingatkan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak mendadak dalam melakukan pergantian terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Panglima pensiun bulan Maret biasanya harus ada proses sebelumnya, bukan hari pensiunya baru diganti,” kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (27/11).

“Tentu bagi yang bersangkutan ada masa persiapan pensiun untuk melakukan serah terima kepada panglima berikutnya,” tambahnya.

Ketika ditanyakan, apakah perlu pergantian dengan sistem bergilir terhadap matra TNI, ia mengatakan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangnya.

“Saya kira sesuai UU-nya, bahwa yang berhak jadi Panglima TNI mereka yang telah menjabat kepala staf angkatan. Berarti ada 3 orang setidaknya. Yaitu KSAU, KSAD, KSAL,” papar politikus Gerindra tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang