Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah - Amendemen UUD 1945. (ilustrasi/aktual.com)
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah - Amendemen UUD 1945. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Aksi demonstrasi Jumat (4/11) besok akan dipandang sebagai bentuk kesadaran bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami ujian, sehingga bangsa ini harus lulus dan menang dalam ujian tersebut.

Sehingga, demonstrasi esok diharapkannya tidak meledak menjadi konflik, sebab hal itulah yang diinginkan oleh para pihak yang ingin melihat Indonesia gagal dalam ujian tersebut.

“Kita turun bersama besok dengan kesadaran penuh bahwa semua sedang mengalami ujian dan kita harus lulus dan menang. Kalau demo besok meledak dan menjadi konflik maka Indonesia akan kalah. Dan itulah yang diinginkan para pihak yang ingin melihat Indonesia gagal,” kata Fahri, di Jakarta, Kamis (3/11).

Politikus PKS itu juga menegaskan bahwa bangsa ini harus bisa memberikan contoh pada dunia sebuah narasi baru akan peradaban karena terbukti sekularisme pun di dunia sudah gagal.

Karenanya, jangan sampai ada konflik terutama terkait ekonomi dan agama yang sangat mungkin muncul dalam kasus Ahok ini terjadi.

“Dalam teori Hutington ada dua jenis konflik yang terjadi di dunia yaitu akibat konflik materi ekonomi dan konflik agama.Dan kedua konflik ini sangat berpotensi terjadi di Indonesia,” tegasnya.

Fahri pun tidak ingin ada Narasi seperti yang berkembang di era Jokowi ini yang mencoba memisahkan agama dan negara.

“Sikap negatif terhadap slogan agama, seperti teriakan Allahu Akbar yang lantang diteriakkan Bung Tomo, sorban seperti yang dikenakan Imam bonjol Diponogero tidak boleh ada lagi. Tidak ada yang salah dengan hal ini jangan membuat orang menjadi takut terhadap hal ini,” pungkasnya.

Fahri Hamzah : Bangsa Ini Harus Menang dan Memberikan Arti Peradaban Baru Untuk Dunia

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah mengingatkan masyarakat yang akan berdemo pada aksi 4 November esok untuk turun dengan kesadaran bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami ujian dan bangsa ini harus lulus dan menang dalam ujian tersebut.

Demonstrasi esok diharapkannya tidak meledak menjadi konflik karena hal itulah yang diinginkan oleh para pihak yang ingin melihat Indonesia gagal.

“Kita turun bersama esok dengan kesadaran penuh bahwa semua sedang mengalami ujian dan kita hrs lulus dan menang.Kalau demo besok meledak dan menjadi konflik maka Indonesia akan kalah. Dan itulah yang diinginkan para pihak yang ingin melihat Indonesia gagal,” ujar Fahri di Gedung DPR, Kamis (3/11).

Bangsa ini harus bisa memberikan pada dunia sebuah narasi baru akan peradaban karena terbukti sekularisme pun di dunia sudah gagal.Dia pun tidak ingin ada konflik terutama terkait ekonomi dan agama yang sangat mungkin muncul dalam kasus Ahok ini terjadi.“Dalam teori Hutington ada dua jenis konflik yang terjadi di dunia yaitu akibat konflik materi ekonomi dan konflik agama.Dan kedua konflik ini sangat berpotensi terjadi di Indonesia,” tegasnya.

Fahri pun tidak ingin ada Narasi seperti yang berkembang di era Jokowi ini yang mencoba memisahkan agama dan negara.”Sikap negatif terhadap slogan agama,seperti teriakan Allahu Akbar yang lantang diteriakkan Bung Tomo,sorban seperti yang dikenakan Imam bonjol dan Diponogero tidak boleh ada lagi.Tidak ada yang salah dengan hal ini jangan membuat orang menjadi takut terhadap hal ini,” tandasnya.

Novrizal Sikumbang

(Arbie Marwan)