Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meyakini anggota fraksi dari Koalisi Indonesia Hebat (KIH) memasukkan nama anggotanya dalam Alat Kelengkapan Dewan pada Senin (10/11).
“Mudah-mudahan hari Senin (10/11) KIH sudah bisa masuk sehingga bisa dialokasikan ke AKD,” kata Fahri di Gedung Nusantara III, kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (7/11).
Menurut dia, apabila rencana itu terealisasikan maka pada saat rapat paripurna pada Selasa (11/11), semua AKD sudah terisi seluruh anggota fraksi di parlemen.
Selain itu, kata dia, semua jenis pembicaraan terkait musyawarah mufakat kepemimpinan AKD akan dibicarakan di masing-masing komisi.
“Terutama komisi yang berkaitan dengan perubahan nomenklatur kementerian sehingga harus direspon dewan,” ujarnya.
Fahri enggan mengungkapkan KIH diberikan posisi apa di AKD namun hal itu sudah menjadi bagian dari hasil kajian di AKD.
Menurut dia perubahan atau perombakan pimpinan komisi memungkinkan apabila aturan diubah dan dibicarakan di AKD bukan di paripurna.
“Ya harus ada perubahan di tata tertib dahulu karena tidak bisa di paripurna bagi-bagi (pimpinan AKD),” katanya.
Fahri mengatakan DPR yang seharusnya mengkritisi apa yang terjadi di pemerintahan bukan malah ribut di internal lembaga legislatif sendiri.
Karena, menurut dia, Presiden Joko Widodo memerlukan nasehat yang sudah semestinya dilakukan partai pengusung sehingga jangan sampai justru iktikad baik Jokowi bertentangan dengan aturan yang ada.
“Jangan sampai Jokowi bermasalah, bukan karena iktikad baik tapi karena prosedur. Ini saling mengingatkan, harusnya Jokowi diingatkan KIH lha kok kami yang peringatkan, seolah-olah kita ingin Jokowi tidak bermasalah, tapi PDI Perjuangan perhatiannya ke dalam,” katanya.
Fahri mengatakan masuknya anggota fraksi dari KIH sebagai bentuk akomodasi kepentingan sehingga tidak ada pihak yang merasa ditinggalkan.

()

()