Malang, Aktual.co — Ratusan Petani di wilayah Malang Raya yang tergabung dalam Forum Rembug Tani Indonesia (Forti) menuntut agar pemerintah memperhatikan nasib mereka.
Hal ini dikarenakan berbagai fasilitas pendukung dari Pemerintah Daerah (Pemda) selama ini minim diberikan.
Koordinator Forum Rembug Tani Indonesia (Forti) Malang Raya, Zulham Mubarok, mengatakan bahwa petani sebagai tonggak dunia pangan, masih kurang perhatian baik dari segi bantuan sarana dan prasarana maupun lainnya.
“Selama ini petani tidak mendapat kesempatan untuk swasembada pangan, ini permasalahan utama mereka,” kata Zulham, di Lapangan Tulus Besar, Tumpang, Kabupaten Malang, Minggu (29/3).
Menurutnya, berbagai fasilitas pendukung petani seperti pupuk bersubsidi, sarana dan prasarana, dan khususnya pengairan bagi sawah, jauh dari harapan petani selama ini.
Kasus perebutan air di Sumber Pitu antara petani dengan PDAM adalah sekelumit fakta, dimana kebutuhan dasar untuk bercocok tanam masih tidak di prioritaskan bagi mereka.
“Negara gagal memberi fasilitas kepada petani, contoh kasus Sumber Pitu saja menunjukkan fakta 978 hektar tanah petani tidak teraliri air,” tegasnya.
Selain itu, anggaran untuk petani sebesar 2,5 persen dari APBD masih belum terarah dengan baik, sehingga sebarannya masih jauh untuk kesejahteraan petani khususnya di Kabupaten Malang.
Berdasarkan data Forti, jumlah petani di Malang Raya sudah mencapai angka 524 ribu dan paling terbanyak berada di Kabupaten Malang.
Artikel ini ditulis oleh:















