Petenis asal Kanada Felix Auger-Aliassime.

Jakarta, Aktual.com – Felix Auger-Aliassime menyelesaikan tugasnya di sektor ganda untuk membawa Kanada menuju final Piala DavisĀ untuk melawan Australia setelah menang 2-1 atas Italia di Malaga, Spanyol, Sabtu waktu setempat.

Petenis peringkat enam dunia Auger-Aliassime mengalahkan Lorenzo Musetti 6-3, 6-4 saat bermain tunggal setelah Lorenzo Sonego sebelumnya mengalahkan Denis Shapovalov 7-6 (7/4), 6-7 (5/7), 6-4 pada pembukaan pertandingan semifinal tersebut.

Petenis Kanada berusia 22 tahun itu kemudian menggantikan Shapovalov untuk berpasangan dengan Vasek Pospisil di nomor ganda yang menentukan, dan pertaruhan itu terbayar dengan kemenangan 7-6 (7/2), 7-5 atas Matteo Berrettini dan Fabio Fognini .

Berrettini, peringkat 16 di nomor tunggal tetapi hanya berperingkat 827 di nomor ganda, menggantikan Simone Bolelli. Namun, pergantian kapten Filippo Volandri yang terlambat menjadi bumerang.

Kanada, runner up Spanyol pada 2019, akan berusaha memenangi Piala Davis untuk pertama kalinya. Australia belum pernah bermain di final sejak 2003 ketika mereka berusaha merebut gelar ke-28.

Dalam pertandingan ganda yang berlangsung selama dua jam, petenis Italia itu dibuat menyerah pada break awal di kedua set.

Duo Kanada tersebut mematahkan servisnya dengan meyakinkan untuk 6-5 pada set kedua sebelum menyegel tempat mereka di pertandingan kejuaraan dunia untuk petenis putra itu, membuat Italia masih terpaku pada satu gelar Piala Davis yang dimenangi pada 1976.

“Kami tahu kami bisa melakukan perubahan jika perlu,” kata Auger-Aliassime, seperti disiarkan AFP.

“Seluruh tim telah terhubung dengan ide ini – tujuan utama mengangkat piala pada hari Minggu. Tidak ada ego dan itu perasaan yang luar biasa.”

Kapten Kanada Frank Dancevic mengatakan dia memilih Auger-Aliassime di nomor ganda karena dia pemain yang lebih segar.

“Vasek, dia bermain luar biasa dengan Denis dan Felix,” kata Dancevic.

“Denis baru saja memainkan pertandingan yang sangat panjang hari ini. Felix lebih segar. Dia merasa hebat di lapangan. Dia merasa segar memasuki pertandingan. Itulah pemikiran di balik keputusan itu.”

“Denis benar-benar patah hati hari ini. Memainkan pertandingan 3 jam 15 menit. Sulit untuk kembali bermain ganda hari ini ketika kami memiliki Felix yang segar.”

Kapten Italia Filipo Volandri mengungkapkan bahwa keputusan yang terlambat untuk membawa masuk Berrettini dipicu oleh cedera pada petenis veteran Bolelli.

“Kemarin saya meminta Matteo untuk mencoba siap untuk hari ini jika kami harus bermain ganda. Dia memutuskan untuk mencoba berada di sana, dan dia berlatih dua kali kemarin. Dia berlatih sendiri pagi ini dan dia siap,” kata Volandri.

“Saya sangat bangga dengan semua anggota tim, karena ketika saya meminta mereka untuk mencoba melakukan sesuatu, mereka selalu melakukannya. Itulah mengapa saya sangat bangga dengan mereka.”

Sebelumnya, Auger-Aliassime, petenis tunggal dengan peringkat tertinggi di Malaga pekan ini, mengukir dua break servis dan melepaskan 12 ace melewati Musetti yang berperingkat 23 dalam kemenangan yang nyaman.

Peringkat 45 dunia Sonego memastikan kemenangan dalam waktu 3 jam 14 menit setelah melakukan kesalahan ganda berturut-turut dari peringkat 18 Shapovalov, yang memenangi satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya di Roma awal tahun ini.

Shapovalov harus membayar mahal karena hanya mengonversi satu dari 13 break point, sementara Sonego bisa saja menyelesaikan pertandingan dengan dua set langsung setelah unggul 5/2 pada tiebreak set kedua.

Australia mencapai final pada hari Jumat dengan kemenangan 2-1 atas runner-up tahun lalu Kroasia.

(Arie Saputra)