Semarang, Aktual.com — Selama lima tahun, sebuah perusahaan entertaiment, Imro Picture yang vakum tak berproduksi dalam pembuatan perfilman lokal di kota Semarang, Jawa Tengah, sekarang kembali eksis kembali dalam menggarap sinetron berlatarbelakang kisah nyata kehidupan dua insan sejoli. FTV berjudul “Merpati Pasti Akan Kembali” digarap pada pertengahan bulan September 2015 mendatang yang akan tayang di televisi lokal.

Film yan mengangkat realita sosial dan masalah asmara muda-mudi tersebut menggambil setting tempat di wilayah Semarang dan sekitarnya. Film dari ide sederhana itu disutradarai oleh Didik Susanto. Proses pembuatan akan digarap selama satu pekan dengan dibintangi oleh sekitar 20-25 aktor utama maupun artis pendukung.

“Lokasi syuting berada di Semarang, Ungaran, Bandungan, dan Ambarawa dengan waktu penggarapan sampai 4-5 hari. Saat ini, kami masih bergaining dengan stasiun televisi lokal. Entah TV lokal Semarang maupun Solo. Jadi, belum tahu akan tayang di Televisi mana,” kata Pimpinan Produksi Imro Picture, Tatiek Setyowati dalam acara peluncuran di Semarang, ditulis Aktual.com pada Senin (7/9).

Ia mengatakan, bahwa ide sederhana ini berangkat dari keinginan mengangkat kembali perfilman lokal Jateng, setelah vakum sejak 2008 lalu. Tujuan lain film yang baru pertama kali digarap ini mampu menembus kancah perfilman nasional.

Rencananya, kata dia, proses produksi berlangsung sekitar tanggal 15-17 September 2015. Beberapa aktor yang memainkan film utamanya dari lokal Semarang melalui proses casting. Proses seleksi casting dan syuting para artis melalui proses yang panjang.

“Target ke depan, setelah sukses penggarapan ini dibilang sukses, maka akan memproduksi tiga film yang tayang di TV lokal. Selanjutnya, pada perkembangannya akan sounding ke televisi Jakarta dengan memproduksi empat film dalam satu bulan.”

Film tersebut menceritakan kisah nyata, seorang warga Kota Semarang, dimana anaknya jatuh dalam pergaulan bebas, hingga mengonsumsi narkoba.

Kisah film bermula dari sebuah keluarga yang mempunyai anak bernama Putri (diperankan Nova Dita Aulia). Bila berada di rumah Putri termasuk anak yang baik. Akan tetapi, di luar Putri ternyata memiliki karakter yang cukup nakal. Dimana Putri suka membolos, tidak pernah belajar, menyukai dunia gemerlap (dugem) dan terjerat narkoba hingga ditangkap polisi.

Singkat cerita, tiga bersaudara dalam satu keluarga, diantaranya satu saudara yang ‘nakal’ sewaktu duduk di bangku SMA. Puteri, satu dari tiga bersaudara tersebut terbawa arus pergaulan bebas dalam penyalahgunaan obat-obat terlarang (narkoba). Cerita di sekolah pun berlanjut menjalin pacaran dengan seorang pria bernama Jhon. Pria yang benar-benar tulus mencintai Puteri.

Jhon pun mengetahui bila pacarnya harus mendekam di bui, karena terjerat sebagai pemakai narkoba. Karena cinta sejati, sang kekasih rela menunggu keluar dari penjara dan tetap menerima Puteri sebagai pacarnya dalam kondisi apapun.

Tak hanya itu, Jhon mencarikan pekerjaan di sebuah perusahaan kepada Puteri. Tapi, dalam perjalananya justru Puteri mengkhianati Jhon dengan menjalani hubungan bersama orang lain. Jhon masih tetap setia menerima Puteri sebagai pacarnya, meskipun mengetahui bila kekasinya menjalin hubungan dengan orang lain.

Akhirnya keduanya pun kembali menjalani hubungan pacaran seperti sediakala saat masih sekolah. Kemudian, pacar di perusahaan tempat Puteri bekerja bunuh diri, tanpa sebab maupun akibat.

Ia berharap pesan dari film tersebut agar orang tua lebih memperhatikan kepada anak-anaknya. Selain itu, maksud lain pesan yang ingin disampaikan kepada publik terkait asmara.

“Bahwa cinta sejati itu ada. Kata siapa cinta sejati itu ada,” tandasnya mengakhiri pembicaraan.

Artikel ini ditulis oleh: