Jakarta, Aktual.co —Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi DKI Jakarta menilai masih ada beberapa permasalahan di DKI Jakarta yang harus diperhatikan secara bersama oleh masyarakat, eksekutif dan legislatif.
Disampaikan Ketua FKDM, Manginar Rico Sinaga, permasalahan pertama yakni banjir yang tak kunjung teratasi. Dalam konteks ini, menurutnya, yang patut jadi fokus perhatian adalah peningkatan daya tahan masyarakat menghadapi banjir.
“Hal yang sama juga tentu dalam menghadapi kebakaran,” kata Riko, kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (31/12).
Kedua, adalah masalah kesehatan masyarakat yang mencakup kesehatan jasmani dan rohani. Pelayanan kesehatan warga Ibukota, menurutnya, perlu ditingkatkan. Mengingat tingginya jumlah masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, termasuk yang mengalami gangguan Jiwa.
Ketiga, adalah soal pemakaian dan peredaran narkotika dan obat terlarang yang kian meningkat peredaran dan penggunanya. “Narkoba juga perlu diperhatikan serius, menurut BNN juga ini terus meningkat,” ujar dia.
Selain itu, Riko juga menyampaikan persoalan kemacetan di Jalan raya yang tak kunjung usai. Menurutnya perlu ada pemecahan masalah yang tidak diskriminatif dan menimbulkan masalah baru. “Belum lagi penyakit masyarakat, gangguan kelompok geng motor masih ada,” kata dia.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio mengakui persoalan banjir di Jakarta memang masih menjadi sorotan. Program-program untuk penanganannya juga sudah dilakukan Pemprov DKI.
Dijelaskan dia, tanah Jakarta memang sudah patah-patah. Air di Jakarta sudah hancur dan posisi tanah Jakarta sudah berada di bawah air laut. Dia menegaskan sudah dijalankan program-program tersebut, yang perlu diperhatikan adalah di dalam pelaksanaannya agar tidak ada para ‘pencopet’ anggaran.
Dia mencontohkan, pernah ada pengadaan pompa air untuk penanganan banjir yang diklaim bermerek Zerman. Tapi ternyata bukan.
“Tapi ternyata merk Duco juga. Makanya saya bilang ngantemin Ahok (Gubernur) mah itu gak bisa, susah. Ahok masalahnya cuma satu, mulutnya,” papar pras.
Kedua persoalan penyakit masyarakat. Pras mengaku sudah berkordinasi dengan rekan-rekan dewan di Kebon Sirih sesuai tupoksinya di komisi. Seperti bicara kepada Haji Lulung dan M.Taufik untuk memperhatikan dunia malam.
Karena menurutnya karakter dunia malam itu berbeda-beda di tiap wilayah. Misal, di Jakarta selatan ada kelasnya. Tapi berbeda ketika di wilayah Jakarta Barat yang bisa buka dari pagi-sampai pagi lagi. Menurutnya itu sangat berbahaya.
“Makanya saya bilang tolong perhatikan dunia malam. Selatan sama Pusat beda karakter tamunya. Kalo di Barat, dari pagi ke pagi lagi. Ini bahaya bisa rusak. itu korbannya saya, saya korban narkoba juga dulu,” tutur Pras.
Terakhir, persoalan peredaran narkoba dan penggunannya. Pras sesumbar siap melawan jaringan mafia narkoba. Bahkan dia mengaku pernah menangkap bandar yang membawa enam kilo heroin.
“Saya lawan itu jaringan, saya pernah menangkap (bandar) enam kilo heroin,” ujarnya.
Dia pun mendukung hukuman mati untuk bandar narkoba. Seperti yang baru-baru ini diramaikan presiden Joko Widodo. Karena menurutnya kalau dibiarkan biasanya malah akan bermunculan rekening-rekening gendut dari sejumlah bandar narkoba kepada penegak hukum.
“Kalau di sidang-sidang aja ya, ATM jaksa yang bisa jadi wah. Kalau saya sih suntik mati aja pake baygon,” selorohnya.
Oleh karena itu kata Pras, FKDM fungsinya, harus sinergi dengan DPRD dan eksekutif. Bahkan Pras berjanji akan selalu membantu program-program yang dilaksanakan selama itu baik dan jelas untuk kepentingan masyarakat Jakarta.
“Mau apa bilang, mau bikin kantor, kesetarian apa,program apa kita bantu, asal jangan nanti dibuat kantor dipake buat pada ngisep sabu,” seloroh Pras.
Artikel ini ditulis oleh:

















