Probolinggo, Aktual com – Penyerahan insentif secara simbolis bagi tenaga kesehatan dan tenaga penunjang lainnya pada Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) RSUD dr Mohamad Saleh yang menangani Corona Virus Disease (COVID 19) oleh walikota Probolinggo, di dampingi Sekda, drg. Ninik Ira Wibawati dan Plt Direktur RSUD Mohamad Saleh dr Abraar HS Kuddah. Senin (11/7/2021).

Plt. Direktur RSUD Mohamad Saleh, dr.Abrarr dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa ini sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah untuk tenaga kesehatan dan tenaga penunjang lainnya yang menangani COVID 19, sehingga dapat meningkatkan semangat dan etos kerja nakes (tenaga kesehatan) guna mempercepat penanganan pandemi COVID 19 di tengah potensi risiko keterpaparan yang demikian besar.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Plt Dinkes P2KB, Setiorini Sayekti mengatakan, pemberian insentif ini berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Pemerintah Kota Probolinggo sebesar Rp 5 miliar lebih. “insentif ini diberikan kepada nakes RSUD dan puskesmas khusus yang menangani COVID 19 periode Januari hingga Mei 2021,” terangnya.

Jumlah penerima insentif ada 184 nakes terdiri dari dokter spesialis, dokter umum IGD/dokter gigi, perawat/bidang, dan nakes lainnya. Selain itu, insentif juga diberikan untuk 147 tenaga penunjang lainnya seperti tenaga administrasi, tenaga kebersihan, pendistribusian makanan pasien, tenaga laundry, petugas sampah medis, tenaga akademik, tenaga elektro, medik, petugas penjaminan, petugas farmasi, tenaga keamanan, transporter, petugas screening, manajer pelayanan pasien, petugas pencegahan pengendalian infeksi, petugas kamar jenazah, sopir ambulans dan pendistribusian oksigen.

di tempat yang sama, walikota, Habib Hadi mengatakan apresiasi kepada seluruh jajaran di RSUD dr Mohamad Saleh yang dengan tulus dan ikhlas mengemban tugas untuk menangani COVID 19.

“Saya sangat apresiasi apa yang telah dilakukan oleh para nakes. Saya juga berharap kepada seluruh jajaran RSUD dr Mohamad Saleh untuk senantiasa menjaga kesehatan dan jangan sampai lengah mengingat pandemi COVID 19 pada saat ini semakin mengkhawatirkan,” pesannya.

Habib Hadi juga menyampaikan pesan kepada semua lapisan masyarakat agar dapat memfilter apa yang diinformasikan dan di beritakan, apakah informasi dan berita tersebut hoax atau bukan. Ia juga mengingatkan banyak dokter dan perawat yang meninggal akibat COVID 19, banyak pejabat pemerintah meninggal, dan banyak aparatur Negara dari TNI-POLRI yang meninggal akibat COVID 19.

“Apakah benar itu rekayasa? Semua ini adalah kehidupan yang harus kita hadapi. Kita tidak harus merespon opini yang dikembangkan, karena kita akan membuang energi sendiri. Yang penting kita fokus dalam penanganan warga Kota Probolinggo khususnya yang terpapar COVID 19, jangan sampai kita tidak ada tempat untuk menangani,” tegasnya.

jangan apayang telah terjadi di masa pandemi ini dijadikan alasan yang menyebabkan kita putus asa dalam menghadapi kendala yang terjadi di lapangan. “Kendala-kendala apapun harus kita pikirkan sejak dini, daerah lain ada kendala masalah oksigen. Saya minta kepada RSUD Mohamad Saleh mengambil langkah-langkah pasti untuk bagaimana caranya oksigen tersedia, dan juga apabila ada kendala-kendala lainnya,” tutup Habib hadi.

(Taufiq Hidayat)

(Nusantara Network)