Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR Syarifuddin Suding menyebut, kembali beredarnya foto ‘syur’ Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad langkah awal untuk membentuk komite etik.
Dia mendorong kepada para pihak yang buka suara, untuk menyerahkan bukti pertemuan itu ke KPK, agar bisa ditindaklanjuti.
“Sudah berbagai berbagai katakanlah bukti, ini bisa menjadi bukti awal memungkinkan. Kita juga berharap ke publi, Pak Hasto dan Arteri menyampaikan kepada KPK. Agar KPK bisa mengambil sikap. Berarti ada bukti awal untuk melakukan tindakan,” ujar Sudding di Jakarta, Senin (2/2).
Dia mengatakan, komite etik harus dibangun sepanjang laporan pelaksana tugas Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto akan adanya bukti awal. “Bagaimana bikin komite etik kalau tidak ada bukti awal. Bukan hanya statement di media,” sambung politikus Hanura ini.
Sebelumnya diberitakan, anggota Divisi Hukum PDIP Arteria Dahlan menyebut Samad pernah bertemu dengan seorang anak petinggi TNI berinsial RNH. 
Pertemuan yang berlangsung di kediaman Hendropriyono di daerah Patal Senayan, Jakarta, itu digelar menjelang penentuan cawapres Jokowi.
Untuk membuktikan ucapannya, Arteria menunjukkan foto pertemuan itu. Dalam dua foto yang diprint di selembar kertas, terlihat Abraham Samad yang memakai kemeja lengan panjang warna biru sedang berfoto bersama seorang pria yang mengenakan batik warna cokelat. Pria berbatik cokelat itu yang disebut Arteria berinisial RNH.
Samad juga sebelumnya melakukan pertemuan dengan dua politikus PDIP Tjahjo Kumolo dan Hasto Kristiyanto terkait dengan upaya untuk menawarkan diri sebagai cawapres Jokowi. Tjahjo dan Hasto menyatakan ada pertemuan itu. 
Samad sebelumnya sudah membantah tudingan dari Hasto. Namun Jika memang benar ada pertemuan terkait promosi diri sebagai cawapres, maka Samad melanggar kode etik pimpinan KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu