Jakarta, Aktual.com – Sekretaris Jenderal Free Palestine Network (FPN) Furqan AMC menghadiri Konferensi Internasional ke-8 Solidaritas untuk Anak dan Pemuda Palestina yang digelar di Teheran, Iran, pada 11–13 Oktober 2025. Konferensi ini dihadiri tokoh politik, akademisi, praktisi hukum, serta aktivis dari berbagai negara.
“Tujuan utama konferensi ini adalah mengkaji dimensi kejahatan rezim Zionis dalam pembunuhan anak-anak Palestina dan kebijakan rasisnya, sekaligus merumuskan langkah-langkah yang praktis, efektif, dan memberi efek jera,” ujar Furqan dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).
Menurut Furqan, berbagai temuan internasional menjadi rujukan dalam forum tersebut. Ia menyebut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui sejumlah mekanisme telah menyatakan bahwa agresi Israel di Gaza mengarah pada tindakan genosida. Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB juga menyimpulkan otoritas Israel dan pasukan keamanannya terus melakukan tindakan tersebut terhadap warga Palestina.
“Bahkan saat gencatan senjata, pembunuhan terhadap warga sipil Palestina tetap terjadi,” kata Furqan.
Ia menambahkan, dua organisasi hak asasi manusia asal Israel, B’Tselem dan Physicians for Human Rights, turut menyatakan bahwa pemerintah Israel melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.
“Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.
Furqan mengungkapkan, hingga 19 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat 68.159 korban tewas dan 170.203 orang luka-luka sejak 7 Oktober 2023. Namun, angka tersebut dinilai belum mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Banyak korban yang masih tertimbun reruntuhan atau meninggal secara tidak langsung akibat minimnya perawatan,” kata dia.
Ia merujuk riset akademisi Richard Hil dan Gideon Polya yang memperkirakan jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 680 ribu orang, dengan sekitar 380 ribu di antaranya merupakan anak balita. Data tersebut, lanjutnya, sejalan dengan laporan jurnal medis The Lancet yang menyebut kematian tidak langsung bisa mencapai tiga hingga 15 kali lipat dari kematian langsung.
Dalam forum internasional tersebut, Furqan juga mengajak jaringan global untuk membangun Front Anti-Imperialisme. “Rumus zionisme, kolonialisme, dan imperialisme selalu sama, yakni memecah belah. Karena itu, melawannya harus dengan persatuan perjuangan,” tegasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















