Jakarta, Aktual.co —Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Abdul Ghoni membantah kabar dari Ketua Tim Lobi pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD DKI, Syahrial, terkait rebutan kursi Ketua Badan Legislasi (Baleg).
Syahrial diketahui menyebut kalau Fraksi Gerindra dan Hanura rebutan kursi karena ada perintah langsung dari pimpinan partai. Untuk Gerindra disebut mendapat instruksi langsung dari Ketua Umumnya, Prabowo Subianto.
Dalam bantahannya, Ghoni menegaskan pimpinan partainya, yakni Prabowo, tidak mungkin mengintervensi persoalan Alat Kelengkapan Dewan DPRD DKI. Karena kewenangan untuk itu sudah diberikan ke DPD Gerindra DKI.
Lagi pula, permasalahan di level nasional yang harus dihadapi Prabowo saat ini juga sudah sangat kompleks.
“Tidak mungkin itu. Terlalu naif ya, jadi saya kira nggak mungkin Ketua Umum sampai turun sejauh itu. Saya pikir kalau hanya melempar isu atau penegasan terhadap anggotanya masing-masing ya sah-sah saja,” kata Ghoni, di DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/11).
Ketua tim lobi AKD, Syahrial yang juga anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI-P sebelumnya mengatakan baik Gerindra ataupun Hanura, membawa alasan yang kuat sehingga rebutan kursi ketua Baleg.
“Mungkin tugas terberat saya sebagai tim lobi adalah ketika keduanya (Gerindra dan Hanura) membawa instruksi langsung dari ketua umum partainya. Tapi karena saya dipercaya untuk memecahkan persoalan ini, saya akan berusaha hingga ada titik temu,” ujar Syahrial, di DPRD DKI, Selasa (2/12) kemarin.
Dia pun mengaku saat ini dirinya harus bisa jadi penengah. Sehingga bisa menjembatani kedua fraksi itu agar bisa berkomunikasi dengan baik.
Karena selain saling bawa intruksi langsung dari Ketum masing-masing, Gerindra pun membawa-bawa soal keterwakilan Koalisi Merah Putih (KMP).
Hanura pun tak mau kalah. Mereka juga membawa-bawa sal keterwakilan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Selain itu, Hanura juga merasa layak ngotot memperebutkan posisi Ketua Baleg karena baru mendapat jatah satu kursi pimpinan Komisi saja.
“Menurut Ketua Fraksi Hanura Ongen Sangaji, seharusnya Gerindra mau menerima posisi Wakil Ketua Baleg. Karena Gerindra sudah mendapat posisi pimpinan dewan,” ujar Syahrial.
Artikel ini ditulis oleh:















