Jakarta, Aktual.co —Kabar santer akan menyeberangnya Fraksi PKB di DPRD DKI ke Koalisi Merah Putih (KMP) tampaknya semakin terang, menyusul telah jelasnya rencana mereka untuk bergabung dengan Fraksi Golkar menjadi satu fraksi.
Ketua Fraksi Golkar di DPRD DKI, Zainuddin atau yang biasa disapa Haji Oding membenarkan kabar itu.
“Sudah disampaikan Ketua Fraksi PKB (Hasbialah Ilyas). Dia bicara banyak dengan kita dan menyatakan siap bergabung dengan Fraksi Golkar,” ujarnya, di DPRD DKI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/11).
Bergabungnya Fraksi PKB ke Fraksi Golkar di Kebon Sirih, kata Oding, merupakan hal yang sah saja meskipun keduanya lahir dari koalisi yang berbeda. Diketahui Fraksi PKB bergabung di Koalisi Indonesia Hebat, sedangkan Fraksi Golkar ada di Koalisi Merah Putih.
“Koalisi berbeda dalam konteks kesamaan sebagai anggota DPRD boleh saja, udah ada wacana untuk bergabung kok,dan siap,” ujarnya.
Kendati demikian, Oding menegaskan mereka akan melakukan konsultasi dulu dengan pimpinan pusat partainya masing-masing untuk keputusan akhir apakah bakal disetujui atau tidak. “Tapi saya kira DPP juga akan memahami.”
Dia membantah kabar yang menyebut bahwa bergabungnya PKB ke Golkar merupakan upaya dari KMP untuk menambah satu amunisi suara di Dewan Kebon Sirih. 
Dalihnya, tidak ada tujuan lain dari bergabungnya PKB ke Fraksi Golkar selain karena alasan memiliki kesamaan pandangan dalam membangun Jakarta. 
“Tujuannya selama ini kenal, sering bicara mungkin merasa ada kesamaan untuk membangun Jakarta.” 
Oding sendiri mengaku belum tahu apakah nantinya dengan bergabung dengan Fraksi Golkar maka PKB juga bakal keluar dari KIH di DPRD, 
“Saya belum mendengar soal itu, saya juga melihat belum ada tanda-tandanya ini terlepas dari KMP atau KIH,” pungkasnya. Diketahui, saat ini Fraksi Golkar mengisi sembilan kursi di DPRD DKI. Sedangkan PKB sebanyak enam kursi. Apabila PKB dan Golkar bergabung jadi satu fraksi, maka total mereka akan memiliki 15 kursi. 
Dengan begitu Fraksi Golkar-PKB akan menjadi Fraksi terbesar kedua setalah PDI-P yang memiliki 28 kursi, atau sama dengan Fraksi Gerindra yang sebelumnya menempati posisi kedua kursi terbanyak yakni 15 kursi.
Urusan ‘banyak-banyakan’ kursi di DPRD DKI saat ini juga terkait dengan persoalan perebutan jatah kursi 15 pimpinan komisi di alat kelengkapan dewan yang saat ini masih belum capai titik temu. 

()