Jakarta, Aktual.co — Sekjen Forum Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti mencatat ada dua kebijakan yang mendapat rapor merah dari Menteri Pendidikan dasar dan Menengah Anies Baswedan.
Kebijakan pembentukan Direktorat Ayah-Bunda dan program E-sabak di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dianggap sebagai hal aneh.
“Yang saya catat, yang merah itu ada dua, pertama pembentukan direktorat Ayah-Bunda dan penerapan E-sabak,” ujar Retno, Jumat (6/2).
Retno mengatakan, dalam pembentukan Direktorat Ayah-Bunda, Anies Baswedan ingin melakukan pengasuhan kepada orang tua.
“Ini aneh bagi kami kerena pendidikan dasar dan menengah kualitasnya masih rendah kalau mau ngasuh orang tua,” katanya.
Selain itu, pembentukan direktorat membuat “gemuk” kemendikdasmen, dan seharusnya lebih tepat dikelola oleh Kementrian Sosial.
Retno menambahkan, kebijakan yang mendapat rapor merah kedua adalah program E-sabak yang diterapkan ke wilayah 3T, karena dinilai tidak efektif.
“Wilayah 3T ini sekolahnya yang tak ada listrik. Kalau ngga berlistrik terus dikasih tablet, tabletnya mau colok listriknya kemana?”
Kementerian harus mempersiapkan sarananya, jika tidak E-sabak ini akan lari ke proyek.
“dia itu menteri, saya sarankan jangan ambigu dalam mengambil kebijakan yang membingungkan.”
Artikel ini ditulis oleh:

















