Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu (kiri) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kanan) saat memberikan jumpa pers di sela-sela Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 ke-2 di Washington DC beberapa waktu lalu

Jakarta, Aktual.com – Sustainable Finance Working Group (SFWG) G20 mendorong penguatan sinergi sektor publik dan swasta dalam rangka meningkatkan keuangan berkelanjutan untuk memenuhi tujuan Agenda 2030 dan Perjanjian Paris.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra menyoroti peran sektor swasta dalam memobilisasi keuangan berkelanjutan yang terjangkau mengingat keterbatasan kapasitas fiskal dalam krisis global saat ini.

“Kapasitas fiskal negara-negara dalam krisis global saat ini sedang berlangsung terbatas,” katanya di Jakarta, Sabtu (30/4).

Salah satu upaya memobilisasi peran swasta dilakukan melalui Forum G20 Sustainable Finance Private Sector Roundtable.

Dalam forum ini sektor swasta berbagi pemikiran tentang praktik sukarela untuk membantu lembaga keuangan atau financial institution (FI) membangun dan memenuhi rencana transisi serta menciptakan lingkungan pendukung yang lebih luas.

Selain itu, sektor swasta dan publik juga membahas alat dan kebijakan untuk meningkatkan akses Usaha Kecil Menengah (UKM) ke instrumen keuangan berkelanjutan.

Tak hanya itu, sektor swasta turut berdiskusi mengenai peran keuangan digital dan mekanisme sektor publik di negara berkembang untuk meningkatkan akses ke pasar keuangan berkelanjutan.

Selanjutnya, perwakilan sektor swasta menyoroti beberapa bidang kerja potensial untuk membantu mempercepat peningkatan keuangan berkelanjutan.

Langkah mempercepat peningkatan keuangan berkelanjutan meliputi interoperabilitas pendekatan penyelarasan, ketersediaan data dan kualitasnya, pengungkapan transparansi rencana transisi serta peran sektor publik dalam memberikan insentif.

(Arie Saputra)