Jakarta, Aktual.co —   Mandiri Institute menggandeng International Finance Corporation (IFC), menggelar International Financial Inclusion Forum (IFIF) 2014 untuk mendorong penciptaan ekosistem yang baik bagi pengembangan inklusi keuangan di Tanah Air. Sebanyak 250 orang dari berbagai profesi seperti perwakilan pemerintah dan legislator, pelaku bisnis, akademisi, mahasiswa, asosiasi, dan organisasi kemasyarakatan hadir untuk mendiskusikan solusi guna meningkatkan akses layanan keuangan.

“Ekosistem yang baik diperlukan untuk mendorong inklusi keuangan,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Budi G. Sadikin di Jakarta, Kamis (23/10).

Dirinya mencontohkan, penyaluran dana bantuan kepada masyarakat melalui agen bank dapat mendukung edukasi terhadap layanan keuangan digital. Langkah ini juga dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam melakukan transaksi dari konsumtif menjadi saving. Pasalnya, bantuan tidak diterima dalam bentuk tunai tetapi masuk ke dalam rekening milik masyarakat.

“Sinergi dengan sektor lain, seperti telekomunikasi, pasar modal, asuransi dan institusi keuangan lainnya juga diperlukan untuk terus meningkatkan layanan yang dapat diberikan kepada masyarakat luas,” kata Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Country Manager International Finance Corporation (IFC) untuk Indonesia Survesh Suri mengatakan peningkatan akses terhadap layanan keuangan juga dapat mengembangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah. Secara global, sekitar 200 juta UMKM tercatat tidak memiliki akses ke pendanaanuntuk pengembangan usaha.

“IFC berkomitmen mendukung pengembangan pasar keuangan yang kuat, inklusif dan berkesinambungan untuk memberikan layanan keuangan bagi usaha mikro, kecil dan menengah. Dan dengan perkembangan teknologi digital dan inovasi bisnis terbaru memungkinkan kami dan mitra kami seperti, World Economic Forum, SECO dan Mandiri Institute dapat memberi dukungan dengan cara yang lebih inovatif dan skala yang lebih besar,” ucap Survesh.

Sebagai informasi, Dalam riset Mandiri Institute disebutkan bahwa dari total populasi Indonesia yang mencapai 249 juta jiwa pada 2013, masih terdapat 48% penduduk yang belum memiliki akses ke layanan keuangan. Selain itu, baru 20% masyarakat yang berusia di atas 15 tahun, memiliki rekening di institusi keuangan formal. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia yang telah mencapai 66% dan Thailand yang tercatat 73%.

()

(Eka)