Petugas berperahu motor mencari korban KM Wihan Sejahtera yang tenggelam di perairan dekat Dermaga Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Senin (16/11). Kepolisian Daerah Jawa Timur menurunkan tim untuk membantu korban, melakukan evakuasi, dan melakukan pendataan korban KM Wihan Sejahtera yang tenggelam di depan Dermaga Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/kye/15

Surabaya, Aktual.com – Puing-puing dari bangkai Kapal Motor (KM) Wihan Sejahtera yang tenggelam pada November tahun lalu, menjadi jarahan bagi nelayan setempat. Oleh sebab itu, tim evakuasi terus mempercepat proses pengangkatan bangkai kapal.

“Bangkai ini kalau dibiarkan, itu mengganggu bagi lalu lintas perairan alur barat Surabaya. Belum lagi dicuri oleh nelayan-nelayan, kalau sampai puingnya jatuh di tengah laut juga menggangu kapal yang lewat.” kata Kepala Bidang Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan, Kantor Syahbandar Tanjung Perak Surabaya, Edi Sumarsono, Selasa (6/9).

Oleh sebab itu, proses pengankatan bangkai kapal Wihan terus dikebut. Dijelaskannya, saat ini hampir selesai diangkat ke permukaan dari perairan Teluk Lamong Gresik di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Bangkai kapal penumpang rute Surabaya-Nusa Tenggara Timur itu selanjutnya akan dijual dan hasilnya masuk sebagai kas negara.

Dari pantauan aktual.com, aktifitas pengangkatan kapal terus berlangsung dengan menggunakan kapal tongkang KBR Benoa 1, dibantu sejumlah Tug Boat dan Kapal Tongkang.

“Ya paling seminggu sudah selesai kalau kita kebut. Setelah itu kolam Pelabuhan Tanjung Perak dipastikan steril dari bangkai KM Wihan Sejahtera,” jelasnya.

Diketahui, pengangkatan bangkai KM Wihan Sejahtera dilakukan oleh PT Azika Marine Services, sebagai pemenang tender pekerjaan yang diberikan oleh PT Pelindo III atas intruksi Direktorat Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

Bangkai KM Wihan Sejahtera akan dikumpulkan di area dumping Tanjung Jati di pulau Madura untuk ditimbang dan dijual, lalu hasilnya masuk ke kas negara.

KM Wihan Sejahtera tenggelam di sekitar perairan Teluk Lamong, Gresik, 16 November 2015 lalu dengan membawa 200 lebih penumpang. Tragedi tersebut tidak ada korban jiwa.

(Ahmad H. Budiawan)

Artikel ini ditulis oleh: