Jakarta, Aktual.co — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mempercayai dan ikut mengawasi kinerja para menteri pada Kabinet Kerja Jokowi-JK periode 2014-2019 agar tetap amanah dalam menjalankan tugas.
“Nanti kalau kerjaannya jelek, kita datang ke Pak Jokowi dan menyampaikan masukan agar diganti, tapi sekarang kita kasih kesempatan untuk bekerja dulu,” katanya saat dihubungi melalui telepon dari Semarang, Selasa (28/10).
Ganjar mengaku tidak masalah dengan banyaknya nama menteri pada Kabinet Kerja Jokowi-JK yang di luar perkiraan sebelumnya.
“Mungkin bukan teman kita yang masuk (pada susunan menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK) tapi itu adalah konsekuensi logis,” ujar politikus PDI Perjuangan itu.
Menurut dia, siapapun sosok yang dipilih menjadi menteri oleh Presiden Joko Widodo harus dipercaya oleh semua masyarakat.
“Kalau kita tidak percaya dengan dia (menteri) bagaimana? anggaplah itu yang terbaik dan jika kinerjanya jelek tinggal dievaluasi,” katanya.
Seperti diwartakan, Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan kabinetnya yang diberi nama Kabinet Kerja itu di Istana Merdeka, Minggu (26/10).
Kabinet Kerja Jokowi-JK yang dilantik pada Senin (27/10) itu berisi 34 menteri dan empat diantaranya mengisi menteri koordinator.
Mereka terdiri atas 18 menteri dari kalangan profesional, dan sisanya sebanyak 16 orang dari kelompok partai politik pendukung Koalisi Indonesia Hebat yang terdiri atas PDIP, Partai Nasdem, PKB, Partai Hanura, serta PPP.

()