Sejumlah eks-anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) beristirahat di Panti Sosial Bina Insan Cipayung, Jakarta, Minggu (24/1). Sebanyak 114 eks-anggota Gafatar yang terdiri dari 53 orang dewasa dan 61 anak-anak ditampung di panti tersebut guna mendapatkan bimbingan psikologis serta diberikan materi mengenai NKRI dan agama. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc/16.

Semarang, Aktual.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyimpulkan bahwa pengikut warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sudah dicuci otaknya. Sehingga mereka tidak paham lagi dengan ajaran agama yang dulu mereka anut.

Kesimpulan ganjar itu diambil, setelah dirinya melakukan komunikasi secara langsung dengan dua mantan anggota Gafatar asal Wonogiri, Jateng, ketika mereka berada di tempat penampungan sementara.

“Saya melihat, cara mereka ngomong, apa yang menjadi doktrin sudah masuk. Ditanya agama Islam, tapi tidak paham sholat. Padahal dulu shalat, tapi sekarang tidak shalat,” ujar Ganjar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Senin (25/1).

Keyakinan Ganjar ini, berdasarkan pelajaran sekolah soal pendidikan agama yang didapat sejak sekolah dasar.

Menurut Ganjar, tidak mungkin jika seseorang yang bersekolah tidak paham dengan pelajaran sholat.

“Nggk mungkin orang punya pendidikan agama dari SD hingga SMA kok tidak mengerti shalat,” ucapnya.

Tercatat, sekitar 351 warga eks Gafatar terdiri dari dewasa, remaja, anak-anak dan balita, yang dipulangkan dari Mempawah, Kalimantan Barat, dikarantina di Asrama Haji Donoyudan, Boyolali, Jateng.

Artikel ini ditulis oleh: