Pandeglang, Aktual.com – Perayaan malam pergantian tahun 2024 menyisakan tumpukan sampah di kawasan Pantai Banten Selatan, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Dengan kondisi tersebut, sukarelawan Gerakan Rakyat Desa Untuk (Gardu) Ganjar bergerak memperhatikan lingkungan dengan menyapu bersih sampah-sampah di sekitar pantai pada Selasa (2/1/2024).
Koordinator Gardu Ganjar Jaringan Ormas Oji Fachrurozi mengatakan, kegiatan ini selaras visi-misinya Ganjar-Mahfud dalam menyapu bersih koruptor Indonesia. Sehingga bersinergi dengan masyarakat yang cinta tentang kebersihan lingkungan.
“Di hari kedua tahun baru 2024, kami relawan Gardu Ganjar berinisiasi melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan di sepanjang Pantai Banten Selatan,” kata Oji di lokasi.
“Ini merupakan salah satu rangkaian visi dari pasangan Presiden Ganjar-Mahfud berkomitmen untuk melakukan bersih-bersih Indonesia ini dari tangan-tangan koruptor. Mudah mudahan menjadi sinkronisasi antara visi-misi calon presiden,” tambahanya.
Dalam kegiatan ini, para sukarelawan berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah plastik, seperti botol plastik, kantong plastik, dan bungkus makanan. Sampah-sampah tersebut kemudian dibuang dengan benar ke tempat pembuangan sampah yang telah disediakan.
Oji juga menyebut aksi ini, bukan kali pertama dilakukan. Dengan demikian program-program yang dilakukan langsung menyentuh masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sering kita lakukan bersama-sama masyarakat melakukan gotong royong. Kemudian kita juga terus melakukan stimulus bersama UMKM dengan melaksanakan kegiatan pembinaan,” ujar Oji.
Aksi bersih-bersih lingkungan yang dilakukan sukarelawan Gardu Ganjar menuai banyak pujian. Salah satu masyarakat Kusnadi Pratama mengucapkan terima kasih atas kepedulian dari relawan Gardu Ganjar.
Menurut Kusnadi kepedulian kelestarian lingkungan berdasarkan sosok Ganjar Pranowo yang sangat mendukung pengembangan destinasi wisata.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada relawan Garuda Ganjar yang ada di Kabupaten Pandeglang pada hari ini. Kami sebagai warga masyarakat merasa bahagia, karena adanya bentuk kepedulian, jarang sekali ada relawan seperti itu,” tutur Kusnadi.
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan

















