Jakarta, Aktual.com — Puluhan Mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Yogyakarta (AMY) melakukan aksi demonstrasi menuntut Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar mengevaluasi Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Tbk, Muhammad Arif Wibowo.
Mereka menuntut agar Menteri BUMN Rini Soemarno memecat Arif dari jabatanya. Sebab, Arif Wibowo dinilai tidak becus dalam mengelola menejemen perusahaan pelat merah tersebut.
“Kami menuntut kepada kementerian BUMN agar memecat Dirut Garuda Arif Wibowo, karena tidak becus urus Garuda Indonesia, sangat banyak permasalahan yang menimpa Garuda Indonesia di bawah kepemimpinan Arif,” tegas Koordinator aksi, Samsul Ariski, dalam siaran pers yang diterima, Rabu (2/3).
Masa aksi juga sangat menyayangkan tidak adanya evaluasi segera oleh Kementerian BUMN terhadap Garuda Indonesia yang dinilai semakin merugikan negara. Terhadap berbagai permasalahan diantaranya adalah manajemen yang sangat buruk. Permasalahan utang PT Garuda Indonesia terhadap perusahaan BUMN lainnya juga menjadi salah satu tuntutan mahasiswa.
“Kami juga mempermasalahan utang PT Garuda Indonesia yang semakin banyak, bahkan tiga bank BUMN (Bank Mandiri, BRI dan BNI) juga memberikan pinjaman kepada PT Garuda Indonesia. Permasalahan ini harus segera diselesaikan,” tandasnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa balon pesawat dan melakukan teatrikal menyumbang koin sebagai bentuk kritik agar menejemen PT Garuda Indonesia memperbaiki tata kelolanya dan segera melunasi utang-utang baik dalam negeri maupun luar negeri.
“Kami menuntut agar Dirut Garuda Indonesia Arif Wibowo segera dievaluasi dan dipecat. Jika tidak, Garuda akan semakin hancur dan merugikan negara,” teriak Samsul.
Diujung aksi, para demonstran melakukan aksi lempar telur dan tomat busuk ke arah replika pesawat Garuda sebagai tanda kekecewaan masa terhadap kebobrokan manajemen Garuda Indonesia.
Aksi tersebut sebagai buntut dari sering terjadinya keterlambatan penerbangan atau delay maskapai Garuda dan permasalahan manajemen yang semberaut. Maskapai Garuda seringkali mendapat protes dari penumpang atas keterlambatan penerbangan yang lebih dari satu jam.
Akibat seringnya delay penerbangan Pesawat Garuda, tentu memperburuk citra maskapai penerbangan Indonesia. Tak hanya penerbangan di tanah air, penerbangan Garuda Indonesia tujuan manca negara pun mengalami delay hingga puluhan jam.
Masalah delay juga dialami Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar. Menteri Marwan mengalami delay hingga satu jam lebih.
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan

















