Direktur Utama Bank Jabar Banten (BJB) Ahmad Irfan bersama jajaran komisaris dan direksi saat Analyst Meeting 3Q 2016 di Jakarta, Jumat (14/10). Bank bjb mengumumkan kinerja keuangan Perseroan Triwulan III tahun 2016 dalam acara Analyst Meeting 3Q 2016. Bank bjb membukukan laba bersih yang tumbuh 55,6% year-on-year (y-o-y). Faktor utama yang menjadi penyumbang labah bersih bank bjb berasal dari pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 27,3% y-o-y. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) memutuskan untuk membagi dividen ke pemegang saham mencapai 55 persen dari laba bersih perseroan yang dicapai tahun 2017 lalu.

Hal ini merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2017 di Bandung, Rabu (28/2). Selain itu, RUPST juga menyetujui dan mengesahkan laporan keuangan perseroan periode 2017.

Laba sebelum pajak perseroan sendiri di tahun lalu mencapai Rp2,05 triliun. Atau laba bersihnya sebesar Rp1,592 triliun.

“Sehingga untuk pembagian dividen itu setara dengan Rp875,58 miliar atau Rp 90,3 per lembar sahamnya,” ungkap Direktur Utama Bank BJB, Ahmad Irfan dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (28/2).

Irfan menyebutkan, faktor utama yang menjadi penyumbang laba bersih Bank BJB berasal dari pendapatan bunga bersih yang tumbuh sebesar 3,52 persen (year on year/yoy).

“Makanya penetapan dividen pay out ratio ini seiring dengan kinerja perusahaan yang semakin cemerlang dan tingginya rasio kecukupan modal,” kata dia.

Besaran dividen tersebut, imbuh Irfan, telah memperhatikan kebutuhan perseroan serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan selama ini.

Lebih lanjut dia menegaskan, mengenai penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan Bank BJB tahap 1 2017 senilai Rp1,5 triliun dan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan Bank BJB tahap 1 217 senilai Rp1 triliun dengan total Rp2,5 triliun dengan sisa Rp301,15 miliar rencananya akan digunakan di 2018 ini.

RUPST juga menyetujui perubahan direksi, sehingga susunan direksi Bank BJB ini menjadi: Ahmad Irfan (Dirut), Agus Gunawan (Direktur), Fermiyanti (Direktur), Nia Kania (Direktur), Suartini (Direktur), dan Agus Mulyana (Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko).

Sepanjang 2017, kinerja perseroan adalah selain membukukan laba sebelum pajak tersebut, juga ada penguatan NPL sebesar 1,51 persen dibanding tahun lalu yang sebesar 1,69 persen. Aset perseroan juga tembus menjadi Rp114,98 triliun.

Kemudian dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp81,61 triliun (naik 11% yoy), total kredit Rp76,4 triliun (naik 11,14% yoy). Dari segmen kredit itu, kredit konsumer tumbuh 6,46% yoy (Rp47,1 triliun), dan segmen kredit komersial tumbuh signifikan sebesar 25,19% (Rp13,6 triliun).

Selain kinerja keuangan, perseroan juga melaporkan pengelolaan perusahaan yang disesuaikan dengan POJK No 55/POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum dengan peringkat komposit 2 dalam tingkat kesehatan bank.

“Hal ini tidak lepas dari pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris terhadap direksi perseroan yang selaras dengan visi dan misi perseroan,” kata Irfan.

(ADV).

Busthomi