Jakarta, Aktual.com — Wisatawan yang sedang menikmati pergantian 2015 ke 2016 di pesisir Pantai Sawarna Kabupaten Lebak, Banten diimbau tidak berenang untuk menghindari kecelakaan laut.

“Peringatan ini guna mencegah wisatawan terseret ombak,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Minggu (27/12).

Selama ini, pesisir Pantai Sawarna cukup berbahaya bagi wisatawan yang berenang karena gelombang ombaknya cukup tinggi.

Sebab, pesisir Pantai Sawarna berada di Perairan Samudera Hindia dengan karakter ombaknya cukup tinggi hingga mencapai tiga meter.

Selain itu juga tiupan angin cukup tinggi sehigga berbahaya jika berenang tanpa menggunakan alat keselamatan.

Bahkan, korban wisatawan yang terseret gelombang cukup banyak, sehingga peringatan imbauan ini agar wisatawan tidak berenang.

“Kami khawatir tersapu gelombang tinggi jika pengunjung berenang di sekitar Pantai Sawarna,” ujarnya.

Ia meminta wisatawan yang akan menikmati wisata laut di pesisir Pantai Selatan Lebak sebaiknya tidak berenang untuk menghindari kecelakaan.

Berdasarkan laporan BMKG Banten prakiraan tinggi gelombang perairan Selatan Lebak berkisar 1,5 meter sampai 3,0 meter dengan rata-rata kecepatan angin 24 kilometer per jam.

Tiupan angin bergerak dari tenggara dengan kisaran tiga sampai 12 knot.

Gelombang bergerak dari arah tenggara dengan jarak pandang empat sampai tujuh kilometer.

BPBD Lebak mengimbau pengunjung tidak berenang di sekitar Pantai Binuangeun, Bagedur, Panggarangan, Pulau Manuk, Sukahujan, Cihara, Bayah, Ciantir dan Sawarna berbahaya bagi wisatawan.

(Ant)

()