Sepanjang 2018 tercatat sebanyak 1.587 kali gempa bumi mengguncang provinsi Maluku, 61 kali diantaranya dirasakan tetapi tidak menimbukan kerusakan fasilitas lainnya.

Gempa yang terjadi di wilayah Maluku disebabkan adanya aktifitas pelepasan energi di zona tumbukan lempeng serta di zona-zona patahan aktif yang ada di wilayah Maluku.

Walaupun terjadi gempa bumi yang cukup banyak, tetapi gempa yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan dan berpotensi tsunami.

Maluku merupakan wilayah yang rawan gempa dan tsunami, karena berada pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo Australia, dan Eurasia.

Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia dan bertemu lempeng Pasifik. Pertemuan dua ini membuat terjadinya patahan yang tidak beraturan.

(Abdul Hamid)