Sejumlah bangunan rumah waga rata dengan tanah saat gempa bumi melanda Wajima, Prefektur Ishikawa, Jepang (3/1/2024).

Jakarta, Aktual.com – Guncangan serangkaian gempa bumi di Prefektur Ishikawa, Jepang, menghasilkan dampak tragis dengan kenaikan jumlah korban. Empat hari pasca-gempa, angka kematian mencapai 92 orang, dan 200 orang masih belum ditemukan. Proses penyelamatan dan pencarian semakin intensif, sementara laporan kerusakan meningkat.

“Hingga Jumat (5/1) pukul 09.00 waktu setempat (07.00 WIB), total 242 orang dilaporkan hilang di Ishikawa,” demikian dilaporkan kantor berita nasional Kyodo, menggambarkan ketidakpastian yang masih melingkupi nasib warga yang belum ditemukan.

Kota pesisir Wajima, yang terdampak paling parah, berjuang menangani lebih dari 40 kasus orang yang tertimbun atau terjebak di bawah reruntuhan. Angkatan Bersenjata Bela Diri Jepang melibatkan sekitar 4.600 personel, berkolaborasi dengan kepolisian dan pemadam kebakaran, untuk mempercepat pencarian dan memastikan keselamatan warga yang belum ditemukan.

Otoritas melaporkan bahwa area seluas 48.000 meter persegi hancur usai kebakaran dahsyat di pusat kota Wajima saat gempa. Pengiriman pasokan esensial menjadi tantangan dengan lebih dari 10 lokasi mengalami penutupan jalan akibat tanah longsor.

Lebih dari 700 orang telantar di komunitas yang terisolasi di seantero prefektur, sementara infrastruktur rusak parah dengan puluhan ribu rumah tangga mengalami pemadaman listrik dan gangguan pasokan air. Sekitar 33.000 orang tinggal di sekitar 370 pusat evakuasi di Ishikawa.

Isu-isu terkait sanitasi, termasuk akses ke toilet, juga menjadi kekhawatiran mendesak. Badan Meteorologi Jepang secara resmi menamakan serangkaian gempa tersebut sebagai Gempa Bumi Semenanjung Noto 2024, mencatatkan gempa terkuat bermagnitudo 7,6, Senin (1/1), yang menciptakan intensitas maksimum 7.

Artikel ini ditulis oleh:

Jalil