Asap di Gaza yang diserang oleh Israel. Aktual/Anadolu

Jakarta, aktual.com – Pasukan militer Israel kembali melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Gaza Strip, Palestina, meski sebelumnya disebut telah terjadi kesepakatan gencatan senjata.

Dilansir dari Al Jazeera pada Minggu (15/2/2026), sumber dari Rumah Sakit Nasser menyatakan empat orang tewas akibat serangan yang menyasar Kota Khan Younis, Gaza selatan.

Sementara itu, sumber di Rumah Sakit al-Shifa melaporkan empat warga Palestina lainnya meninggal dunia setelah serangan menghantam tenda pengungsi di kawasan al-Faluja, Gaza utara.

Serangan juga dilaporkan terjadi di luar “garis kuning”, yakni garis demarkasi yang memisahkan wilayah timur yang berada di bawah pendudukan Israel dan wilayah barat yang menjadi area aktivitas warga Palestina.

“Militer Israel juga mengatakan telah membunuh satu orang lagi di Gaza pada hari Minggu yang diduga melintasi garis kuning dan menimbulkan ‘ancaman langsung’ bagi pasukannya di sana,” demikian dikutip dari laporan Al Jazeera.

Tak hanya di Gaza, militer Israel juga menggempur wilayah Lebanon selatan. Serangan tersebut diklaim menargetkan bangunan yang diduga sebagai gudang persenjataan milik kelompok Hizbullah.

Menurut otoritas di Gaza dan Lebanon, rangkaian serangan masih terus terjadi kendati kesepakatan penghentian pertempuran telah diumumkan. Situasi ini memicu kekhawatiran akan kembali memanasnya konflik di kawasan.

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan kebutuhan dana rekonstruksi bangunan di Gaza mencapai sekitar US$70 miliar. PBB juga mencatat setidaknya 108 korban sipil sejak pengumuman gencatan senjata diberlakukan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak Israel terkait laporan korban dan tudingan pelanggaran gencatan senjata tersebut.