Padang, Aktual.com – Populasi harimau Sumatera semakin menyusut. Data International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebutkan pada 2004 populasi harimau Sumatera tinggal 400 sampai 600 ekor saja di dunia.

Padahal harimau Sumatera menjadi satu-satunya subspesies harimau di Indonesia yang tersisa. Setelah sebelumnya harimau Jawa dan harimau Bali sudah punah lebih dulu.

“Data IUCN menunjukkan kondisi Harimau Sumatera sekarang sudah masuk kategori kritis, masuk daftar merah kepunahan,” kata penanggung jawab acara peringatan Global Tiger Day 2015, Erlinda di Padang, Sumatera Barat, Minggu (9/8).

Lantaran prihatin, berbagai pihak berusaha mengkampanyekan agar subspesies harimau terakhir yang ada di Indonesia itu tidak mengalami kepunahan.

Karena tidak ingin hal itu terjadi, kata dia, mereka aktif untuk mengkampanyekan pelestariannya. Lewat acara Global Tiger Day, Balai Konservasi Sumber Daya Alam(Balai KSDA), bersama relawan Tiger Heart, Forum Harimau Kita dan sejumlah LSM menggelar pawai dari kantor Balai KSDA Sumbar menuju GOR Agus Salim Padang untuk mengkampanyekan pelestarian harimau Sumatera.

“Kita berharap, aksi ini akan menarik perhatian masyarakat Sumbar sehingga memiliki pemahaman yang sama untuk menyelamatkan harimau Sumatera,” kata Erlinda.

Selain pawai mengarak patung harimau Sumatera, acara Global Tiger Day 2015 di Sumbar juga dimeriahkan sejumlah kegiatan kreatif lain seperti lomba melukis wajah bertema harimau, lomba mewarnai berkelompok, bagi-bagi souvenir bertema harimau, foto kontes dan juga dihibur oleh grup band lokal.

Relawan Tiger Heart yang juga merupakan koordinator kegiatan, Gita mengatakan, aksi yang digelar memang tidak besar-besaran, tetapi dia berharap aksi nyata oleh generasi muda itu bisa memberikan penyadaran kepada masyarakat agar populasi harimau Sumatera bisa diselamatkan.

“Menurut beberapa penelitian, menurunnya populasi harimau Sumatera terjadi karena berkurangnya hutan sebagai tempat tinggal harimau, alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan perburuan yang terus terjadi. Kami mengajak semua masyarakat untuk peduli dan ikut mengkampanyekan agar penyebab berkurangnya populasi harimau tersebut, bisa dikendalikan,” kata dia.

Menurut dia, kelompok yang peduli dengan harimau Sumatera tersebut juga mendorong pemerintah agar serius menjalankan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Acara Global Tiger Day 2015 di GOR Agus Salim itu cukup menarik perhatian warga yang selesai melakukan olahraga pagi di sekitaran GOR.

Artikel ini ditulis oleh: