Jakarta, Aktual.co —Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) mempertanyakan penyataan Ketua Fraksi Golkar DKI, Zainuddin, yang menganggap rencana interpelasi DPRD ke Gubernur DKI Basuki Thaja Purnama (Ahok) sudah tidak perlu dilakukan lagi. 
Pimpinan salah satu unsur ormas Betawi di GMJ, Endang, mengaku heran sebagai Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi tapi Zainuddin bisa mengeluarkan pernyataan seperti itu.
“Haji Oding (Zainuddin) ngomong gitu maksudnya apa. Patut dipertanyakan dia ke Betawian-nya. Kalau dia udah dapet duit dari Ahok, udah dibayar dari Ahok ya udah diem-diem aja,” tuding Ketua Forum Betawi Bersatu (FBB) itu, saat dihubungi Aktual.co, Rabu (31/12).
Pernyataan Oding dianggap telah menyakiti perasaan masyarakat Jakarta, ulama dan sejumlah ormas di GMJ.
“Bicara dia udah tiga kali saya perhatiin selalu membela Ahok, kalau udah di bayar diam aja. Jangan menyakiti itu penghianat. Ini ulama dan umat sedang berjuang,” kata dia.
Ditegaskannya, GMJ tetap konsisten menolak Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta. Setelah tahun baru, sejumlah ormas yang tergabung di GMJ akan kembali gelar unjukrasa.
“Sampai hari ini saya tidak mengakui Ahok sebagai Gubernur, kita akan demo lagi besar-besaran abis tahun baru. Semuanya ormas GMJ, minta dia turun,” ujar dia.
Alasannya, gaya kepemimpinan Ahok dianggap tidak cocok diterapkan di Ibu Kota, khususnya bagi warga Betawi. 
Diberitakan sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar, Zainudin, mengatakan sinyal bakal redupnya pengajuan interpelasi Ahok mencuat menyusul ‘berdamainya’ Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPRD DKI.
Dengan leburnya KMP dan KIH, kata dia, saat ini DKI fokus menjalankan agenda-agenda pembangunan. Sehingga kepentingan masyarakat tidak terhambat. 
“Interplasi sudah tidak diperlukan lagi. Ada agenda agenda pembangunan.di Jakarta juga butuh pembangunan. Ada hak itu digunakan dalam momentum yang sangat tepat, sekarang ya belum tepat,” ucap dia, di Jakarta Selatan, Minggu (28/12).

Artikel ini ditulis oleh: