Namun, posisi Setnov sendiri kembali digoyang lantaran terbelit dalam kasus korupsi proyek e-KTP pada 2011-2012 lalu.

“Saat terjadi kasus Agung Laksono dan ARB itu kan aktornya Pak JK (Jusuf Kalla) dan LBP (Luhut Binsar Panjaitan), sekarang sama. Saya kira pertarungan dua faksi besar itu,” jelas Ubed.

Ia mengakui jika dugaan ini belum berdasar pada kajian akademis, melainkan hanya analisis yang berbau konspiratis saja. Namun, ia menyatakan jika hal-hal yang berbau konspiratif pun dapat dijadikan rujukan dalam analisis akademis.

Lebih lanjut, Ubed menyatakan bahwa kedua faksi ini, tidak lagi bertarung satu sama lain karena telah bersatu untuk menjatuhkan Setnov dari kursi Ketua Umum Partai Golkar.

“Kalau sudah disitu ada masalah pragmatis. Ada hal pragmatis yang mereka sepakati, masalah proyek, bukan murni perubahan Golkar secara idealis,” tutup mantan aktivis 98 ini.

Teuku Wildan A
(Wisnu)

Artikel ini ditulis oleh:

Teuku Wildan