Jakarta, Aktual.com – Kabar tidak mengenakan datang dari Google. Direktur pelaksana Google Australia dan Selandia Baru, Mel Silva mengatakan kepada parlemen, Google siap keluar dari Australia.

Keputusan ini diambil oleh google, sekaligus menyusul kebijakan pemerintah Australia yang mewajibkan perusahaan teknologi digital seperti Google membayar royalti.

Dalam hal ini Australia berencana membuat UU yang mengharuskan Google hingga Facebook membayar royalti pada perusahaan media, atas konten berita yang ditampilkan di platform teknologinya, dan google merasakan jika UU teknologi Australia ini sangat memberatkan perusahaannya.

“Jika ini menjadi undang-undang, itu tidak akan memberi kami pilihan selain menghentikan mesin pencarian Google dari Australia. Dan itu akan menjadi catatan yang buruk tidak hanya bagi kami, tetapi juga bagi masyarakat Australia, keragaman media, dan bisnis kecil yang menggunakan produk kami setiap hari,” ujar Silva dikutip dari AP, Minggu (24/1).

Ancaman Google ini, ternyata baru pertama kali terjadi. Jika benar terjadi, masyarakat Australia dinilai akan mengalami kerugian karena banyak mengakses mesin pencarian Google, yakni Google Search.

Sementara Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengacuhkan ancaman yang dibuat oleh Google. Karena menurutnya, semua pihak harus patuh atas aturan yang ada di negeri Kangguru tersebut.

“Australia membuat aturan untuk hal-hal yang dapat Anda lakukan di Australia. Itu dilakukan di Parlemen kami. Itu dilakukan oleh pemerintah kami. Dan begitulah cara kerja di sini di Australia,” kata Morrison kepada wartawan di Brisbane.

Tidak hanya Google, Facebook ternyata juga menentang aturan untuk perusahaan teknologi di Australia. Facebook mengancam akan menghapus tautan berita dari situsnya di Australia. Wakil presiden Facebook, Simon Milner, mengatakan aturan tersebut tidak akan bisa diterapkan.(RRI)

(Warto'i)