“Bandingkan dengan 2013 saat ekonomi belum membaik, nilai tukar rupiah terdeprisiasi hingga 21 persen,” ujar dia.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan ke level Rp12.600-Rp12.900 per dolar AS pada pekan kedua April ini, setelah sepanjang Maret 2017, rupiah cenderung stabil di kisaran Rp 13.300 per dollar AS.
Fundamental ekonomi dalam negeri juga membaik ditunjukkan dengan inflasi hingga Maret 2017 yang terjaga di 3,61 persen (year on year/yoy), dan cadangan devisa yang meningkat menjadi 121 miliar dolar AS.
“Namun kita tetap harus waspada terhadap perekonomian global yang bisa memengaruhi indikator perekonomian dalam negeri,” tutup Agus.
ANT
Artikel ini ditulis oleh:
Antara
Arbie Marwan
















