Jakarta, Aktual.com – Bank Indonesia memerkirakan laju pertumbuhan ekonomi di triwulan-I 2017 akan berada di batas bawah dari target pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun ini di rentang 5–5,4 persen.

Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (3/3), mengatakan kondisi perekonomian sepanjang triwulan I 2017 masih sangat terpengaruh dari melonggarnya kontribusi belanja pemerintah pada triwulan IV 2016 akibat pemotongan anggaran.

“Kami lihat di triwulan pertama ini agak di batas bawah terutama karena pengeluaran fiskal yang terkonsolidasi di triwulan IV-2016,” ujarnya secara singkat.

Komponen belanja pemerintah merupakan komponen penting yang memengaruhi laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Pemerintah memangkas anggaran pada 2016 lalu untuk menjaga defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali. Pagu anggaran yang diturunkan adalah pagu belanja tidak produktif.

Awalnya, BI memerkirakan ekonomi akan tumbuh di 5,05 persen (year on year/yoy) pada triwulan I 2017. Namun, karena hingga akhir Februari 2017, realisasi belanja fiskal belum mendongkrak kegiatan ekonomi scara keseluruhan, BI merevisi ke bawah untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi dari perkiraan 5,05 persen di paruh pertama 2017.

Data Analisa Uang Beredar BI pada Januari 2017 juga menunjukkan anggaran pemerintah yang masih ditaruh di BI dan perbankan meningkat.

Simpanan pemerintah pusat, menurut BI per Januari 2017 sebesar Rp290,1 triliun atau tumbuh 32,8 persen (year on year/yoy). Angka itu berbalik naik dibandingkan Desember 2016 yang pertumbuhannya minus 0,5 persen (yoy).

Turunnya operasi keuangan pemerintah pusat itu, menurut BI, membuat jumlah uang beredar tumbuh melambat menjadi 9,8 persen (year on year/yoy), dibandingkan Desember 2016 yang sebesar 10 persen (yoy), atau menjadi Rp4938,7 triliun.

Untuk pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan 2017, BI masih mempertahankan perkiraan rentang 5-5,4 persen (yoy). Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,1 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan