Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/7). Setelah sepekan libur Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan melesat di hari pertama perdagangan. Indeks ditutup menguat 1,96% menjadi 5.069,02 dengan volume transaksi sebesar 6,09 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 9,18 triliun. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/16.

Jakarta, Aktual.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Kamis (15/7), turun 0,16% atau 8,25 poin ke level 5.125,69.

Potensi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini sangat mungkin terjadi. Apalagi pelaku pasar mulai khawatir adanya rencana gugatan UU Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) oleh Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI).

Gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) ini kembali mengkhawatirkan para pelaku pasar setelah dinilai oleh SPRI bahwa kebijakan tax amnesty dinilai tidak adil bagi rakyat miskin.

Menurut analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, kondisi tersebut telah berpengaruh terhadap pergerakan IHSG hari ini. Apalagi laju bursa saham global juga masih terkonsolidasi.

“Jadi peluang IHSG untuk berbalik melemah masih terbuka seiring belum redanya tekanan aksi jual di saham-saham berkapitalisasi besar. Serta adanya imbas terkonsolidasinya laju bursa saham global. Tetap cermati sentimen yang ada,” papar Reza dalam analisis hariannya, Kamis (14/7).

Pelemahan itu pun terjadi, karena potensi adanya aksi pelaku pasar yang kembali melakukan hit and run-nya di sektor pertambangan dan infrastruktur.

Ditambah juga adanya peningkatan harga komoditas dunia, baik itu batubara, nikel, dan emas akibat imbas dari pemangkasan produksi di Filipina.

“Dengan begitu, level support IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di rentang 5.075-5.102 dan level resisten berada di kisaran 5.145-5.160,” tegas Reza.

Secara teknikal, indikator Stochastic menunjukkan peningkatan di area overbought pada level %K(95) dan %D(89), indikator RSI Line juga masih bergerak meningkat di area overbought di level 84.2 serta insikator Signal line di 67.4, dan MACD menunjukkan positif.

“Kini IHSG mencoba untuk mempertahankan level psikologisnya, yakni 5100an. Tapi tetap waspadai sentimen yang ada,” ujarnya.

Dengan kondisi itu, Reza menyarankan tujuh saham yang patut dipertimbangkan oleh pelaku pasar.

1. RALS akan berada di kisaran 1010-1150. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 1010. Dan cut loss di 990.

2. JPFA akan berada di kisaran 1245-1295. Disarankan beli selama diperdagangkan di atas 1240 dan cut loss di level 1215.

3. BEST akan berada di kisaran 300-316. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 300 dan cut loss di 294.

4. SSIA akan berada di kisaran 650-680. Dianjurkan beli selama diperdagangkan di atas 650. Dan cut loss di 635

5. PTBA akan berada di kisaran 9600-10.200. Dianjurkan jual jika diperdagangkan gagal mencapai 10.200.

6. ITMG akan berada di kisaran 10.600-11.100. Diharapkan jual jika diperdagangkan gagal mencapai 11.100

7. INCO akan berada di kisaran 2400-2600. Dianjurkan jual jika diperdagangkan gagal mencapai 2600.

(Busthomi)

Artikel ini ditulis oleh:

Arbie Marwan