Jakarta, Aktual.com – Tokoh Nadhlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid menginginkan calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 mendatang tidak memiliki atau terlibat masalah hukum.

Dia pun menyoroti dugaan kasus penyelewengan lahan Cengkareng yang diduga melibatkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dimana Pemprov DKI membeli lahan milik mereka sendiri.

Menurut adik kandung dari mantan Presiden RI ke empat Abdurahman Wahid, kasus semacam itu tidak boleh terulang. Gubernur yang terpilih nanti harus memperhatikan hal-hal demikian.

“Kita ingin gubernur yang tidak ada masalah, beberapa hal yang saya kaget soal lahan. Pemprov DKI membeli lahannya sendiri. Tidak hanya satu. Ada lagi yang lain,” kata Gus Solah, panggilan akrabnya, usai acara dialog Kebangsaan bersama Rizal Ramli dan tokoh masyarakat di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (15/8).

Tidak hanya itu, dia juga menyayangkan sikap Ahok yang kerap bertutur kasar saat berhadapan dengan masyarakat. Cara komunikasi yang menurutnya tidak pantas dilakukan seorang pemimpin. “Saya lihat di televisi, ada ibu yang disebut maling, dimaki-maki, kasar sekali,” ujar dia.

Diketahui, ‎Pemprov DKI Jakarta membeli lahan seluas 4.6 ha di di Jalan Lingkar Luar Cengkareng, Jakarta Barat seharga Rp690 miliar dari Toeti Noezlar Soekarno. Padahal lahan itu ternyata milik Pemprov DKI sejak tahun 1967.

Kasus ini terungkap dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pada audit anggaran 2015 yang dibuka, awal Juni 2016. Pemprov DKI, dalam hal ini Dinas Perumahan dan Gedung membeli lahan itu seharga Rp668 miliar, November 2015.

Penanganan kasus ini semula diusut dua lembaga penegak hukum yaitu Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri. Namun dalam perjalanannya Kejagung melimpahkan pengusutan perkara itu ke polisi lantaran lebih dulu melakukan penyidikan. Dalam perkara ini Ahok sudah diperiksa Bareskrim Polri 14 Juli lalu. (Fadlan S Butho)

Artikel ini ditulis oleh: