Jakarta, Aktual.co — Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) anggap Gubernur Tjahaja Purnama (Ahok) ingkari janjinya saat kampanye Pemilu Gubernur DKI 2012. Di mana saat itu Ahok menjadi cawagub, dan Joko Widodo menjadi cagub.
Kata Sekretaris Wilayah SPRI DKI Jakarta, Rio Ayudhia Putra, pasangan tersebut saat kampanye menyatakan komitmen tak akan menggusur pedagang kaki lima dan pemukiman warga miskin jika terpilih.
Selain itu mereka juga berjanji menggunakan pendekatan dialog dalam menata pemukiman kumuh. Kenyataannya, kebijakan Pemprov DKI saat ini sangat bertolak belakang dengan janji-janji itu.
“Jakarta tidak untuk rakyat miskin. Ahok adalah Gubernur penggusur,” kata Ryo dalam press rilis akhir tahun 2014, Rabu (31/12).
Dia menyebutkan sebelumnya Ahok saat berpasangan dengan Joko Widodo kala itu, juga berkomitmen menjadikan Jakarta sebagai milik semua. Kaya dan miskin dapat hidup tenteram bergandengan tangan.
Sedangkan di 2014, kehidupan warga miskin di Ibukota selalu diliputi rasa was-was tergusur. Data yang dikeluarkan SPRI, saat ini 131 titik lokasi gusuran tahun ini menjadi ancaman kehidupan si miskin.
“Seperti tak ada tempat untuk lagi bersembunyi, keberadaan si miskin akan terus dikejar dan diburu layaknya binatang.Si miskin tak dapat tidur dengan nyenyak dan bermimpi indah sebagaimana kelas mayoritas yang menghuni Jakarta,” ucap dia.
Komentar mengenai kebijakan Pemprov DKI dalam melakukan penggusuran juga sudah dilontarkan Wakil Sekretaris Fraksi PDI-P DPRD DKI Dwi Rio Sambodo. Kata dia, perlu ada kebijakan khusus, terutama dalam melaksanakan penataan, pengusuran, dan penertiban untuk membenahi Jakarta.
“Kami (PDI-P) menekankan pada Pemprov DKI Jakarta untuk melaksanakan upaya-upaya pendekatan yang manusiawi. Di antaranya melakukan sosialisasi yang maksimal sehingga bisa diterima dan tidak merugikan satu sama lainnya,” ujarnya, Senin (29/12).
Namun Gubernur Ahok kesal saat disebut di 2014 Pemprov DKI banyak melakukan penggusuran dan dirinya dianggap tidak menyenangi warga miskin tinggal di Ibu Kota.
Kata Ahok, langkah Pemprov DKI merelokasi warga ke rumah susun merupakan cara paling manusiawi.
“Pernah enggak dalam sejarah republik ini, kami menyiapkan rusun full furnished (di rusun)? Coba kasih tahu sama saya dunia mana yang lebih manusiawi dari Jakarta, jangan dilihat gusurnya,” kata Basuki, Selasa (23/12).
Artikel ini ditulis oleh:












